
batampos – Lamine Yamal mengirim pesan penuh semangat setelah Barcelona kalah 2-0 dari Atletico Madrid pada leg pertama perempat final Liga Champions.
Hasil tersebut memang membuat langkah Barcelona menjadi lebih berat. Tim asuhan Hansi Flick kini harus membalikkan keadaan di leg kedua yang akan digelar di ibu kota Spanyol pekan depan.
Meski begitu, melansir Barca Blaugranes, Yamal sama sekali belum kehilangan keyakinan.
“Ini belum berakhir, Culers. Kita akan memberikan segalanya di leg kedua. Bersama-sama, selalu.”
Pesan singkat yang ia unggah di Instagram langsung menjadi suntikan semangat bagi para pendukung Barcelona. Di tengah situasi sulit, Yamal ingin menunjukkan bahwa Blaugrana belum habis.
Winger muda itu memang menjadi salah satu pemain terbaik Barcelona di leg pertama. Di saat tim kesulitan menciptakan peluang, Yamal tetap mampu merepotkan lini belakang Atletico lewat kecepatan, dribel, dan keberaniannya dalam duel satu lawan satu.
Penampilan itu juga mendapat pujian besar dari Hansi Flick setelah pertandingan.
“Tentu saja, dia kecewa – semua orang kecewa,” kata Flick.
“Tapi Lamine memainkan pertandingan yang fantastis, dari awal hingga akhir, baik dalam bertahan maupun menyerang.”
Pelatih asal Jerman itu juga menyoroti bagaimana Yamal terus menjadi ancaman meski harus menghadapi penjagaan ketat dari beberapa pemain Atletico sekaligus.
“Dia pernah berduel satu lawan satu, dia dikelilingi tiga, empat, lima pemain. Itu luar biasa.”
Flick juga mengingatkan bahwa Yamal masih sangat muda dan butuh dukungan, bukan tekanan berlebihan.
“Saya sudah mengatakannya kemarin, dia berusia 18 tahun, dan menurut saya, dia melakukan pekerjaan yang fantastis. Kita harus mendukungnya. Jangan terlalu banyak membuat keributan tentang hal-hal tersebut.”
“Dia baru 18 tahun, ayolah! Untuk negaramu, dia akan menjadi salah satu pemain terbaik sepanjang masa. Para wasit harus melindunginya.”
Flick kemudian menambahkan bahwa pemain-pemain seperti Yamal adalah alasan utama mengapa banyak orang datang ke stadion.
“Inilah mengapa semua orang pergi ke stadion, semua orang ingin melihat sepak bola, dari para pemain ini. Mbappe, Vinicius Junior, Lamine, Pedri.”
Barcelona jelas akan kembali bergantung pada Yamal di leg kedua nanti. Namun, satu pemain saja tidak akan cukup untuk membalikkan keadaan.
Absennya Raphinha karena cedera masih menjadi masalah besar, sehingga para pemain lain harus ikut mengambil tanggung jawab lebih besar. Kalau Barcelona ingin melakukan comeback, mereka tidak bisa hanya berharap pada keajaiban dari Yamal setiap lima menit.(*)
