Sabtu, 20 Juli 2024

Lagi-lagi Bagas/Fikri Harus Puas Jadi Runner-up Setelah Gagal di Final French Open 2023

Berita Terkait

Bagas/Fikri lagi-lagi jadi runner-up setelah gagal di final French Open. (PBSI )

batampos – Ganda putra Indonesia, Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri, menjadi runner-up turnamen BWF Super 750 untuk kedua kalinya dalam dua pekan berturut-turut.

Mereka mendapatkan posisi kedua setelah menelan kekalahan dari pasangan asal Denmark Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen di babak final French Open 2023.

Satu pekan sebelumnya, Bagas/Fikri juga tak bisa menaiki podium tertinggi turnamen Denmark Open 2023 yang berlangsung pada 17-22 Oktober di Odense.

Pada partai puncak French Open, Bagas/Fikri dikalahkan Kim/Anders dengan skor 21-14, 21-10, 21-18 dalam pertandingan yang berlangsung selama 62 menit di Rennes, Prancis, Minggu (29/10).

Situasi sulit langsung dialami Bagas/Fikri sejak awal gim pertama. Duo Denmark tampil agresif dan membuat Bagas/Fikri tak bisa mengikuti ritme cepat yang disajikan lawan.

Alhasil, Kim/Anders melesat dengan perolehan tujuh poin beruntun dan meninggalkan Bagas/Fikri dengan skor 1-6.

Tak selesai di situ, Kim/Anders masih membuat sejumlah poin beruntun yang melalui permainan drive yang sulit dimatikan. Dominasi duo Denmark masih terlalu sulit dipatahkan Bagas/Fikri meski mereka berusaha mengejar ketertinggalan.

Gim pertama usai dengan skor 14-21 yang dimenangi Kim/Anders setelah bermain dalam durasi 21 menit.

Bagas/Fikri membalas pada gim kedua dengan pola permainan yang lebih sabar dan rapih. Kali ini Bagas/Fikri memiliki respon pengembalian yang lebih sigap, sehingga bisa menghalau serangan-serangan cepat dari Kim/Anders.

Kesabaran yang disajikan Bagas/Fikri membawa kemenangan bagi mereka pada gim kedua, yang diakhiri dengan skor 21-10.

Namun, Kim/Anders yang kembali pada posisi lapangan semula, lagi-lagi bermain agresif saat mengawali gim ketiga. Ganda putra peringkat 6 dunia itu memanfaatkan momen tersebut untuk mendulang poin sebanyak mungkin.

Bagas/Fikri mulai memahami pola permainan lawan, dan tetap menempel ketat perolehan poin mereka.

Sayangnya, pada pertengahan gim ketiga, intensitas serangan Bagas/Fikri mulai mengendur sehingga banyak menerima serangan lawan. Hingga akhirnya keunggulan pun terus dipertahankan Kim/Anders hingga pertandingan usai.

Dengan hasil tersebut, Indonesia hanya memboyong satu gelar juara yang diraih tunggal putra Jonatan Christie. (*)

 

Reporter: JPGroup

Update