Rabu, 24 Juli 2024

La Furia Roja Melenggang Mulus ke Final, Lamine Yamal Pecahkan Rekor Lampaui Pele

Berita Terkait

Lamine Yamal jadi penanda era baru sepak bola dunia dengan gol indahnya yang mengantarkan Spanyol ke final Euro 2024. (Instagram/@fifaworldcup)

batampos – Sejarah baru kembali tercipta di ajang Euro 2024. Kali ini, dua nama besar dalam dunia sepak bola, Jesus Navas dan Lamine Yamal, menjadi sorotan utama saat Spanyol memastikan diri melangkah ke final setelah mengalahkan Prancis dengan skor 2-1 di semifinal.

Pertandingan yang berlangsung di Munich Football Arena, Muenchen, pada Selasa (9/7/2024) atau Rabu (10/7/2024) dini hari WIB ini menjadi saksi perjalanan La Furia Roja menuju partai puncak.

Kemenangan Spanyol atas Prancis dipastikan melalui gol-gol Lamine Yamal pada menit ke-21 dan Dani Olmo pada menit ke-25, setelah sebelumnya Prancis sempat membuka keunggulan lebih dahulu melalui sundulan Randal Kolo Muani pada menit kesembilan.

Kemenangan ini tidak hanya membawa Spanyol ke final, tetapi juga menandai era baru dalam sepak bola internasional dengan performa gemilang para pemain mudanya.

Pertandingan dimulai dengan catatan sejarah yang langsung mencuat. Jesus Navas, yang bermain sebagai starter pada usia 38 tahun dan 231 hari, menjadi pemain non-kiper tertua yang pernah tampil dalam laga semifinal Euro atau Piala Dunia. Rekor ini memecahkan catatan sebelumnya yang dipegang oleh Fritz Walter (Jerman) dan Gunnar Gren (Swedia) pada Piala Dunia 1958, di mana keduanya bermain pada usia 37 tahun dan 236 hari.

Selain catatan sejarah dari Jesus Navas, penampilan Lamine Yamal juga mencuri perhatian. Pemain muda berbakat ini menjadi bintang lapangan dengan mencetak gol penyeimbang bagi Spanyol setelah tertinggal lebih dulu.

Pada menit kelima, Yamal mengawali ancaman pertama Spanyol melalui operan silang dari sisi kanan penyerangan, namun tandukan Fabian Ruiz yang menyambut operan tersebut masih melambung di atas gawang Mike Maignan.

Meski Spanyol mendominasi penguasaan bola sejak awal laga, Prancis justru mampu membuka keunggulan lebih dahulu. Randal Kolo Muani mencetak gol pada menit kesembilan melalui sundulan setelah menerima umpan dari Kylian Mbappe. Kolo Muani yang berdiri di tiang jauh berhasil lepas dari penjagaan Aymeric Laporte dan dengan sempurna menyundul bola masuk ke gawang Unai Simon.

Keunggulan Prancis tidak bertahan lama. Spanyol berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-21 melalui gol yang dicetak oleh Lamine Yamal. Gol itu sekaligus menahbiskan Yamal sebagai pencetak gol termuda pada Euro 2024.

Lamine Yamal berhasil memecahkan rekor sebagai pencetak gol termuda di Kejuaraan Eropa dan dunia pada usia 16 tahun 362 hari. Yamal melampaui rekor yang sebelumnya dipegang oleh legenda sepak bola Brasil, Pele, yang mencetak gol pada usia 17 tahun 239 hari.

Pemain muda ini menunjukkan ketenangannya saat menerima umpan di dalam kotak penalti dan dengan satu sentuhan, dia melepaskan tembakan yang tidak mampu dihalau oleh kiper Prancis, Mike Maignan.

Empat menit berselang, Spanyol kembali mencetak gol untuk membalikkan keadaan menjadi 2-1. Dani Olmo menjadi pahlawan dengan golnya yang memanfaatkan kemelut di depan gawang Prancis. Berawal dari serangan balik cepat, Olmo berhasil memanfaatkan celah di pertahanan lawan dan mencetak gol yang membawa Spanyol unggul.

Kemenangan ini membawa Spanyol melaju ke final Euro 2024, sekaligus menandai era baru dalam sepak bola mereka dengan munculnya pemain-pemain muda berbakat seperti Lamine Yamal. Penampilan impresif Yamal dalam pertandingan ini menjadi bukti bahwa La Furia Roja memiliki masa depan cerah dengan generasi penerus yang siap mengukir prestasi.

Penampilan gemilang Lamine Yamal di semifinal ini juga membuka mata dunia akan potensi besar yang dimiliki oleh pemain muda ini. Di usianya yang masih sangat muda, Yamal telah menunjukkan kualitas permainan yang luar biasa dan ketenangan yang jarang dimiliki oleh pemain seusianya. Masa depan cerah menanti Yamal dan menjadi penanda era baru dalam sepak bola Spanyol.

Kesuksesan Spanyol di Euro 2024 ini juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk terus berlatih dan bekerja keras dalam meraih impian mereka di dunia sepak bola. Semangat juang dan determinasi yang ditunjukkan oleh para pemain Spanyol menjadi contoh yang patut diteladani oleh semua orang. (*)

SourceJPGroup

Update