Jumat, 23 Januari 2026

Kevin Diks Cetak Gol, Borussia Mönchengladbach Tundukkan Cologne

Berita Terkait

Kevin Diks cetak gol untuk Borussia Monchengladbach tundukan Cologne di Liga Jerman. (bundesliga)

batampos – Borussia Monchengladbach melanjutkan tren positif mereka di Bundesliga dengan kemenangan meyakinkan 3-1 atas rival sekota, Cologne. Laga Derbi Rhine ke-50 itu berlangsung di Borussia-Park.

Kemenangan ini menandai dua hasil positif beruntun The Foals untuk pertama kalinya musim ini. Bek berdarah Indonesia Kevin Diks ikut mencetak gol melalui titik putih.

Laga ini mempertemukan dua tim dengan posisi kontras di klasemen. Cologne, yang baru promosi, datang dengan status unggul sembilan peringkat di atas Gladbach, situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah panjang duel ini.

Namun, pasukan Eugen Polanski tampil lebih tajam, memanfaatkan kepercayaan diri tinggi setelah kemenangan 4-0 atas St. Pauli pekan sebelumnya.

Pertandingan dimulai dengan tempo hati-hati. Cologne menciptakan peluang pertama lewat Marius Bulter yang memaksa Moritz Nicolas melakukan penyelamatan gemilang di menit ke-10. Gladbach kemudian mengambil kendali, tapi masih kesulitan menembus pertahanan rapat tim tamu.

Menjelang akhir babak pertama, laga memanas. Franck Honorat dijatuhkan oleh Kristoffer Lund di kotak penalti dan wasit, setelah meninjau VAR, menunjuk titik putih.

Haris Tabakovic maju sebagai eksekutor namun tendangannya berhasil ditepis kiper Marvin Schwabe. Meski gagal memanfaatkan peluang emas itu, Gladbach langsung menebusnya sesaat kemudian.

Dari situasi tendangan sudut, Philipp Sander melepaskan tembakan setengah voli keras di masa injury time babak pertama untuk membawa tuan rumah unggul 1-0.

Menurut laporan dalam artikel berjudul Borussia Mönchengladbach claim Rhine derby bragging rights over Cologne di situs resmi Bundesliga, momentum Gladbach benar-benar berubah setelah jeda. Meski pelatih Cologne, Lukas Kwasniok, melakukan pergantian ganda untuk meningkatkan serangan, justru tim tuan rumah yang tampil lebih dominan.

Keberuntungan kembali berpihak pada Gladbach ketika VAR mendeteksi handball dari Lund di area terlarang pada menit ke-61. Kali ini Kevin Diks yang maju sebagai eksekutor, dan bek kelahiran Belanda berdarah Indonesia itu menuntaskan tugasnya dengan tenang, mengirim bola ke sudut bawah gawang.

“Gladbach benar-benar menemukan ketajamannya setelah turun minum,” tulis laporan tersebut.

“Kevin Diks dengan percaya diri menuntaskan penalti di menit ke-61, sebelum Franck Honorat memberi assist bagi Haris Tabakovic tiga menit berselang untuk memastikan kemenangan 3-0,” imbuh dia.

Gol tersebut bukan hanya memperbesar keunggulan Gladbach menjadi 2-0, tapi juga menjadi momen simbolis bagi Diks yang tampil konsisten musim ini. Pemain berusia 28 tahun itu kembali menunjukkan kematangannya, tidak hanya lewat eksekusi penalti, tetapi juga kestabilannya di sisi kanan pertahanan.

Menurut catatan Bundesliga, kemenangan ini menjadi dua kemenangan liga beruntun pertama Gladbach sejak musim dingin 2020/2021. Franck Honorat dinobatkan sebagai pemain terbaik berkat peran vital dalam dua gol pertama.

“Honorat menjadi ancaman konstan dengan kecepatan 34,92 km/jam dan kemampuan menciptakan peluang bagi rekan setimnya,” tulis Bundesliga.

Namun, sorotan tersendiri tetap tertuju pada Kevin Diks, yang semakin menunjukkan konsistensi di Eropa. Meski belum pernah membela tim nasional Indonesia, penampilan solidnya menjadi catatan positif bagi publik sepak bola tanah air yang mengikuti kiprahnya di Bundesliga.

Gladbach kini mulai naik di papan klasemen dan menemukan kembali identitas permainan agresif mereka. Sementara bagi Cologne, kekalahan ini menjadi pukulan bagi momentum mereka di awal musim.

Pertahanan yang dua kali dihukum penalti menunjukkan masih adanya celah disiplin yang harus diperbaiki. Dengan kemenangan 3-1 ini, Borussia Mönchengladbach menegaskan bahwa mereka telah keluar dari tekanan.

Sementara Kevin Diks mencatatkan namanya sebagai bagian penting dari kebangkitan tim, sekaligus membawa warna Indonesia tersendiri dalam salah satu derbi tertua di sepak bola Jerman. (*)

Update