Rabu, 25 Mei 2022

Kehilangan Sabuk Juara Dunia Membuat Anthony Joshua Marah hingga Kini

Berita Terkait

Oleksandr Usyk (kiri) menghajar Anthony Joshua dalam pertarungan di Tottenham Hotspur Stadium, London (26/9). Usyk menang angka mutlak dan merebut empat sabuk juara dunia kelas berat dari Joshua. (AFP Photo)

batampos – Kekalahan atas Oleksandr Usyk tiga bulan lalu (25/9) masih begitu membekas di benak Anthony Joshua. Joshua bertekad membalasnya di pertemuan kedua mereka pada Maret mendatang.

”Dia saat ini begitu fokus mempersiapkan diri untuk rematch,’’ ucap Eddie Hearn, promotor Joshua. ”Dia masih marah sampai sekarang. Itu karena dia sangat benci kekalahan. Dia frustrasi saat ingat bagaimana cara dia kalah saat itu,’’ tambah Hearn dilansir Boxing News 24.

Kekalahan Joshua oleh Usyk saat itu memang begitu menyakitkan. Setelah bertempur 12 ronde, Usyk dinyatakan menang angka mutlak. Gara-gara keputusan tersebut, Joshua harus rela tiga sabuk juara dunia kelas berat mayor miliknya dilucuti petinju Ukraina itu.

Kemenangan tersebut membuat Usyk menahbiskan diri sebagai pemegang sabuk juara dunia kelas berat versi WBA, WBO, dan IBF baru.

Beberapa pengamat menilai Hearn-lah sejatinya yang harus bertanggung jawab atas kekalahan Joshua itu. Pasalnya, Hearn punya peran besar dalam memilihkan lawan untuk Joshua.

Sebagai promotor Joshua dalam delapan tahun terakhir, Hearn seharusnya paham petinju cepat dan lincah seperti Usyk sangat berbahaya untuk Joshua. Tyson Fury bahkan dianggap sebagai lawan yang lebih aman untuk Joshua dibandingkan Usyk. Karena itu, Joshua diharapkan benar-benar menyiapkan diri dengan maksimal untuk rematch lawan Usyk. (*)

Reporter: JPGroup

Update