Rabu, 6 Juli 2022

Kapasitas Penonton Ditambah, MotoGP Mandalika Terapkan Sistem Bubble

Berita Terkait

Foto dari udaara Pertamina Mandalika International Street Circuit, venue MotoGP 2022. Saat ini ITDC berfokus pembenahan untuk kenyaamanan penonton MotoGP. (ITDC)

batampos – Pemerintah bakal menerapkan kebijakan baru seputar penyelenggaraan MotoGP 2022 di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah. Kapasitas penonton akan ditambah. Selain itu, penyelenggaraan event balap kelas dunia pada 18 hingga 20 Maret tersebut akan menggunakan sistem bubble khusus.

Penerapan sistem bubble khusus itu menjadi sinyal peniadaan karantina dalam penyelenggaraan MotoGP Mandalika. Menurut Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Suharyanto, dengan sistem bubble khusus, pergerakan pengunjung yang datang dari luar negeri bakal sangat dibatasi.

”Jadi, orang yang datang itu tidak akan ke mana-mana. Dia datang di bandara, masuk ke hotel, nonton MotoGP, balik ke hotel, pergi ke bandara lagi, dan pulang,” paparnya saat ditemui seusai Rapat Evaluasi Penanganan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 di kantor Kemenko PMK kemarin (17/1).

Suharyanto menambahkan, dengan sistem bubble, tidak ada interaksi antara mereka yang baru datang dari luar negeri dan masyarakat. Dengan begitu, risiko penularan Covid-19 dapat diminimalkan. ”Dengan sistem itu, orang-orang sudah yakin betul bahwa mereka aman dari Covid-19,” ujar dia.

Sebelumnya aturan karantina yang ketat di Indonesia sempat menjadi polemik menjelang dimulainya rangkaian MotoGP, yakni tes pramusim pada Februari. Bahkan, MotoGP Mandalika berpotensi urung digelar. Pasalnya, CEO Dorna Sports Carmelo Ezpeleta menegaskan bahwa pihaknya tidak menerima aturan karantina.

”Jika mereka minta kami karantina selama 14 hari di negara tersebut, tak usah ke sana,” cetusnya sebagaimana dilansir GP One.

Sementara itu, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan bahwa Presiden Joko Widodo menyetujui rencana penambahan kapasitas jumlah penonton pada MotoGP Mandalika. ”Presiden Jokowi sudah menyetujui untuk dilakukan penambahan jumlah penontonnya menjadi sebanyak 100.000 penonton dari yang tadinya hanya 63.534 penonton,” jelasnya.

Keputusan itu juga didukung perkembangan vaksinasi di Pulau Lombok. Semua kabupaten/kota di Lombok sudah mencapai di atas 70 persen untuk vaksinasi dosis I. ”Misalnya Kota Mataram, persentase vaksinasi dosis I mencapai 109,26 persen. Lalu, dosis II sebanyak 78,30 persen dengan total sasaran booster pada Januari hingga Maret 2022 sebesar 158.301 orang,” ungkap Airlangga.

Sementara itu, Pemprov NTB menyambut baik penambahan kuota penonton MotoGP dari semula 63 ribu menjadi 100 ribu. Dari kuota tersebut, ada yang dialokasikan untuk masyarakat lokal NTB. Berdasar keterangan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno, 37 ribu tiket akan dijual untuk mereka yang tinggal di NTB.

Adanya kuota bagi masyarakat lokal, kata Yusron, bsa mengurangi beban akomodasi yang saat ini masih kurang di NTB.

Sejauh ini, Dispar NTB telah menghitung jumlah akomodasi pariwisata di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. Angkanya mencapai 22.038 kamar. Sebanyak 20.223 kamar berada di Pulau Lombok dan 1.815 kamar di Pulau Sumbawa. (*)

Reporter: JPGroup

Update