
batampos – Kado kemerdekaan datang dari pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama. Rider asal Gunung Kidul itu berhasil mampu kembali jadi runner-up dalam dua balapan beruntun di Red Bull Rookies Cup Austria 2025.
Veda Ega yang memulai balapan sebagai pole position, mendapatkan tantangan dan tekanan besar dari para pesaingnya. Mulai dari Brian Uriarte (Spanyol) hingga Hakim Danish (Malaysia).
Pembalap berusia 16 tahun itu beberapa kali kehilangan tempat terdepan. Bahkan sempat tercecer ke posisi keempat. Situasi ini dirasakan Veda Ega hingga mendekati garis finish.
Tapi, Veda Ega berhasil menyalip dan mendapatkan posisi terdepan lagi di lap terakhir. Sayangnya, keunggulan itu gagal dipertahankan karena dia disalip oleh Brian Uriarte di dua tikungan akhir.
Veda Ega pun akhirnya finish di posisi kedua alias runner-up. Dia terpaut 0,087 detik dari Brian Uriarte yang mampu memenangkan race 2 Grand Prix Austria di Sirkuit Red Bull Ring, Minggu (17/8) sore.
Bagi Veda Ega, posisi runner-up sama seperti pencapaiannya di race 1 GP Austria yang berlangsung pada Sabtu (16/8). Dia juga kalah cepat dari Brian Uriarte yang berhasil mendapatkan podium tertinggi.
Dengan demikian, Veda Ega berhasil meraih back to back runner-up di Red Bull Rookies Cup 2025 seri keenam di GP Austria. Pencapaian ini seolah jadi kado spesial dari sang pembalap untuk Merah Putih, yang tepat pada 17 Agustus 2025 merupakan hari kemerdekaan Indonesia.
Meski gagal menang, keberhasilan Veda Ega naik podium kedua membuat dirinya berhak menerima 20 poin tambahan. Posisinya dalam klasemen Red Bull Rookies Cup 2025 pun makin mantap.
Veda Ega mampu naik ke urutan kedua klasemen dengan torehan 170 poin. Dia melewati rivalnya dari Malaysia, Hakim Danish yang mengoleksi 165 poin.
Hakim Danish sebelumnya selalu berada di posisi teratas. Dia menempati urutan puncak dalam beberapa pekan terakhir, tapi langsung turun ke posisi kedua di GP Austria.
Veda Ega pun kini hanya terpaut 21 angka dari Brian Uriarte, yang memuncaki klasemen Red Bull Rookies Cup 2025. Peluang pembalap andalan Indonesia untuk menjadi juara dunia jadi terbuka karena masih ada dua balapan dalam satu seri terakhir di Sirkuit Misano.
GP Misano 2025 akan berlangsung pada 13-14 September mendatang. Veda Ega bisa jadi juara dunia seandainya berhasil dua kali mendapatkan podium lebih baik dari Brian Uriarte maupun Hakim Danish. (*)
