
batampos – Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) menyoroti perjalanan Tim Nasional Indonesia menuju Piala Dunia 2026 dalam sebuah unggahan akun @fifa, dikutip Rabu (8/10). Dalam postingan berformat slide berjudul “Indonesia’s Road to Qualifying for FIFA World Cup 26: Explained”, FIFA menjelaskan peluang Garuda untuk mencatat sejarah baru, melangkah ke putaran final Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak tampil sebagai Hindia Belanda pada 1938.
Dalam unggahan tersebut, FIFA menulis bahwa Indonesia menjadi satu dari enam negara Asia yang masih memiliki kesempatan tampil di ajang terbesar sepak bola dunia. Selain Indonesia, ada Irak, Oman, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab. Enam tim ini akan bersaing di babak keempat kualifikasi zona Asia yang digelar Oktober ini.
Formatnya sederhana namun penuh tekanan. Keenam tim dibagi menjadi dua grup berisi tiga negara. Hanya juara grup yang akan meraih tiket otomatis menuju Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Dua peringkat kedua dari masing-masing grup masih akan mendapat satu kesempatan terakhir: melaju ke babak kelima untuk memperebutkan tempat di intercontinental play-off pada Maret mendatang.
Bagi Indonesia, babak ini bukan sekadar lanjutan perjalanan, melainkan puncak dari impian panjang yang mulai terasa nyata. Setelah tampil konsisten di babak ketiga dan menyingkirkan beberapa tim kuat Asia, Indonesia kini berdiri sejajar dengan negara-negara yang secara tradisional lebih mapan di pentas sepak bola benua kuning.
FIFA juga menyoroti atmosfer dan semangat publik Indonesia dalam mendukung tim nasionalnya. Dalam salah satu bagian unggahan, FIFA menampilkan kutipan dari penjaga gawang utama Indonesia.
“Saya pikir ini mimpi yang indah. Saya rasa para suporter di sini sangat pantas untuk merasakan pengalaman tampil di Piala Dunia,” kata Maarten Paes.
Ucapan Paes seakan menjadi cerminan optimisme skuad asuhan Patrick Kluivert yang tengah bersiap menghadapi dua laga penting melawan Arab Saudi dan Irak. Kedua pertandingan tersebut akan menjadi penentu arah perjalanan Indonesia, apakah mimpi itu bisa berubah menjadi kenyataan atau harus kembali ditunda.
Kehadiran unggahan FIFA ini juga menjadi bentuk pengakuan terhadap kemajuan sepak bola Indonesia di level internasional. Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia mulai menembus radar global, baik melalui hasil pertandingan, atmosfer stadion, maupun kiprah para pemain naturalisasi yang memperkuat skuad Garuda.
Kini, seluruh pandangan tertuju pada bulan Oktober, bulan yang mungkin akan tercatat dalam sejarah sepak bola nasional. Jalan masih panjang, peluangnya tipis, tetapi seperti yang ditulis FIFA: “It’s a beautiful dream”. (*)
