Rabu, 28 September 2022

Jacksen Tiago dan Robert Alberts Soal Ancaman Pemecatan, Ini Responnya

Berita Terkait

Jacksen F. Tiago meluapkan kekesalannya di Stadion Pakansari. (Salman Toyibi/Jawa Pos)

batampos – ’’Piye piye piye maine, piye maine kok kalah wae.’’ Yel-yel yang digaungkan pendukung Persis Solo tersebut menggema di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Minggu (7/8). Tepatnya setelah pertandingan Persis kontra Persikabo 1973 berakhir tadi malam.

Ya, tadi malam Persis kembali menelan kekalahan di Liga 1 2022–2023 setelah menyerah 0-2 kepada tuan rumah Persikabo 1973 lewat gol yang dicetak Lucao Gama (69’) dan Gustavo Tocantins (73’).

Itu menjadi hat-trick kekalahan bagi tim berjuluk Laskar Samber Nyawa tersebut di Liga 1. Sebelumnya, Persis dikalahkan Dewa United (2-3) dan Persija Jakarta (1-2).

Pelatih Persis Jacksen F. Tiago menyatakan, hasil itu menjadi pukulan berat bagi seluruh elemen tim. Dia begitu menyayangkan.

Menurut Jacksen, jika melihat babak pertama, timnya bisa mendapat kesempatan mencetak gol. ’’Tapi, beberapa kali belum mampu, sangat luar biasa kecewa,’’ ujarnya setelah pertandingan.

Disinggung soal pemecatan lantaran hasil buruk yang diterima, juru taktik asal Brasil itu menegaskan bahwa tekanan yang ada memang bergantung prestasi.

’’Kalau prestasi seperti ini (kalah) adalah sesuatu yang wajar. Saya harus berjiwa besar menerima sebuah tekanan dan kritik. Selama tiga kali pertandingan, kami tidak bisa menang dan tidak bisa menolak kritik,’’ tuturnya.

Karena itu, andai laga melawan Persikabo 1973 menjadi pertandingan terakhirnya bersama tim, itu tak jadi masalah.

’’Saya harus berjiwa besar, kami harus realistis, kami belum menang. Sampai hari ini (kemarin) kami belum mendapatkan kemenangan. Kalau secara pribadi, saya tahu kemampuan. Kalau kami belum dapat hasil, itu akan jadi omong kosong,’’ ucapnya.

Di sisi lain, kemenangan yang didapat membuat Persikabo hat-trick tiga poin yang membuat tim berada di papan atas klasemen bersama Madura United dengan sembilan poin.

’’Pertandingan bagus, anak-anak tampil bagus. Saya selalu mengajak semua tim memberikan apresiasi kemenangan,’’ ujar pelatih Persikabo 1973 Djadjang Nurdjaman.

Posisi di ujung tanduk juga dialami pelatih Persib Bandung Robert Rene r. Sebab, kemarin sore Persik disikat 1-4 oleh Borneo FC Samarinda di Stadion Segiri, Samarinda. ’’Saya melihat tim tak bermain seperti yang diinginkan,’’ keluh Rene menanggapi kekalahan tersebut.

Dari tiga laga yang sudah dijalani, Persib hanya bisa meraih satu poin dan sudah kebobolan sembilan kali. Padahal, musim lalu Persib menyandang predikat sebagai tim dengan pertahanan terbaik.

Dari 34 pertandingan, mereka hanya kebobolan 22 gol. Bobotoh pun semakin kencang menyuarakan pergantian pelatih. Teriakan Rene out menggema di Stadion Segiri.

Menyikapi hasil yang diraih timnya, Rene tidak mau disalahkan sendiri. Menurut dia, kekalahan itu adalah tanggung jawab bersama.

Dia sudah memberikan materi taktikal secara maksimal, tapi tidak berjalan dengan baik di lapangan. ’’Kami tidak cukup bertarung untuk mendapatkan bola,’’ ungkapnya.

Mantan pelatih Arema FC dan PSM Makassar itu mengaku tidak ingin memikirkan posisinya yang semakin terjepit. Saat ini fokusnya adalah mengubah skuad dengan cepat agar bisa bangkit pada pertandingan selanjutnya.

’’Fokus kami adalah mendapatkan tiga poin di pertandingan kandang nanti,’’ ujarnya. (*)

 

 

Reporter: JPGroup

 

Update