
batampos – Gennaro Gattuso meminta maaf kepada para penggemar Italia setelah kekalahan telak 1–4 dari Norwegia, di San Siro, pada Senin (17/11). Dia mengakui bahwa timnya takut dan harus mengubah sikap untuk berlaga di babak playoff Piala Dunia.
Pasukan Gli Azzurri tahu bahwa kemenangan saja tidak akan cukup untuk memuncaki klasemen demi lolos langsung ke Piala Dunia. Sebab, Alessandro Bastoni cs membutuhkan hasil 9–0 untuk membalikkan selisih gol yang sangat besar dari tim tamu.
Meski demikian, rasanya penting untuk membalas dendam atas kekalahan memalukan 3–0 di Oslo pada jeda internasional Juni. Kekalahan saat itu memicu pemecatan pelatih Luciano Spalletti.
Kekalahan 1–4 kini justru membungkam timnas Italia di kandang sendiri. Mereka menyia-nyiakan gol pembuka Francesco Pio Esposito dengan penampilan buruk di babak kedua. Brace Erling Haaland serta masing-masing satu gol Antonio Nusa, dan Jorgen Strand Larsen menghancurkan Italia.
“Pertama-tama, kami (timnas Italia) harus meminta maaf kepada para penggemar kami, karena (hasil akhir) 4–1 adalah hasil (kekalahan) yang berat,” ujar Gattuso kepada RAI Sport setelah setelah pertandingan.
“Sangat disayangkan, babak pertama (kami bermain) sangat bagus, kami adalah tim yang tangguh, tetapi kekecewaan terbesar adalah (penampilan) babak kedua tidak sesuai standar tersebut,” ujar dia.
“Selamat untuk Norwegia (yang lolos langsung ke Piala Dunia), tetapi kami memulai lagi dari babak pertama, di mana kami melakukan apa yang seharusnya kami lakukan, lalu kami kesulitan setelah jeda,” lanjut Gattuso.
“Kami kehilangan formasi, karena di babak pertama kami menekan dengan cara yang benar, kemudian mulai kehilangan bola terlalu mudah, memberi Norwegia ruang bermain. Salah umpan dan terdesak, itulah yang terjadi,” papar Gattuso soal penyebab kekalahan.
Italia kini mendapat waktu istirahat dan baru akan kembali berkumpul sebelum semifinal playoff Piala Dunia pada (26/3) mendatang. Gli Azzuri berharap dapat bermain hingga final untuk memastikan tempat di turnamen akbar musim panas mendatang. (*)
