Kamis, 23 April 2026

Inter Milan Lolos Final Piala Italia, Double Winners Makin Dekat

Berita Terkait

Petar Sucic jadi pahlawan kemenangan Inter Milan lawan Como di semifinal Coppa Italia 2025/26.(Foto: x/@Inter_en)

batampos – Inter berhasil membalikkan keadaan untuk menang 3-2 dalam second leg semifinal Piala Italia di Stadion Giuseppe Meazza, Milan, kemarin (22/4). Hasil itu memastikan Nerazzurri –sebutan Inter–lolos ke final di Stadio Olimpico, Roma, pada 13 Mei nanti.

Inter Milan sempat tertinggal dua gol di awal babak kedua oleh Como 1907. Namun Inter Milan membalik keadaan di menit-menit akhir.

Nerazzurri lolos dengan agregat 3-2 setelah dalam first leg di kandang Lariani –sebutan Como 1907– bermain skor kacamata (0-0).

Kemenangan Inter tak lepas dari kontribusi Petar Sucic yang baru masuk setengah jam terakhir. Gelandang 22 tahun asal Kroasia itu memberi dua umpan gol untuk Hakan Calhanoglu (69’ dan 86’) sebelum mencetak gol penentu pada menit ke-89.

”Aku bermain untuk Inter. Jadi, kapan pun aku harus selalu siap memberikan penampilan terbaik,” ucap Sucic kepada Sempre Inter.

”Comeback ini adalah hasil kerja seluruh tim karena semua berjuang maksimal. Ketika dibutuhkan, mereka menunjukkan kualitasnya. Mereka yang masuk dari bangku cadangan memahami momen dan apa yang harus dilakukan,” sahut allenatore Inter Cristian Chivu dikutip dari La Gazzetta dello Sport.

Ulangan Laga di Sinigaglia

Comeback Inter atas Como 1907 seperti ulangan pertemuan kedua tim di Serie A dua pekan lalu (13/4). Inter menang 4-3 setelah tertinggal dua gol dalam laga di Djarum Stadio – Giuseppe Sinigaglia tersebut.

”Kami tahu bagaimana Como bermain dan mampu mencetak banyak gol ke salah satu pertahanan terbaik di Italia. Dua kali bisa membalikkan keadaan 0-2 melawan Como, hanya Inter yang bisa melakukannya,” beber Chivu penuh bangga di laman resmi klub.

Double Winners Makin Dekat

Lolos ke final Piala Italia pun menjaga misi Inter meraih double winners musim ini. Di Serie A, Inter jadi favorit scudetto seiring memuncaki klasemen (capolista) dengan keunggulan 12 poin atas rival sekota, AC Milan.

Serie A hanya menyisakan lima giornata lagi. Bahkan, Inter bisa mengunci scudetto akhir pekan nanti (27/4) andai tidak kalah di kandang Torino FC dan AC Milan gagal mengalahkan Juventus di San Siro.

”Kami menempatkan diri dalam posisi untuk bermimpi berkat kerja keras. Target kami bukan satu, melainkan dua trofi,” tegas Chivu kepada Sky Sport Italia.

Jika Inter mampu merengkuh double winners, maka itu mengulangi capaian Inter era Jose Mourinho 16 tahun silam atau pada musim 2009–2010. Mourinho sekaligus pernah jadi mentor Chivu semaa main sebagai bek Inter pada periode 2007–2014. (*)

ReporterJPGroup

Update