Rabu, 28 September 2022

Ini Alasan Sterling Hengkang dari Manchester City

Berita Terkait

Selebrasi Raheem Sterling (kiri) setelah mencetak gol keempat Manchester City dalam pertandingan liga Inggris lawan Norwich City pada Minggu (13/2). (John Sibley/Reuters/Antara)

batampos – Iming-iming gaji tinggi dan kans bergelimang trofi disebut sebagai alasan Raheem Sterling memilih untuk meninggalkan Liverpool FC ke Manchester City pada 2015.

Tujuh tahun bersama City, Sterling telah meraih semua itu. Lantas, faktor apa yang membuat Sterling meninggalkan City demi Chelsea pada musim panas tahun ini?

Seperti dilansir media-media Inggris kemarin (7/7), Heemio –julukan Sterling– akhirnya mencapai kesepakatan dengan The Blues.

Nilai transfernya adalah GBP 45 juta (Rp 808,2 miliar) serta GBP 5 juta (Rp 89,8 miliar) add-ons. Nilai transfernya hanya GBP 1 juta (Rp 17,9 miliar) lebih mahal ketimbang yang dikeluarkan City tujuh tahun silam.

Beberapa alasan mengemuka di balik kepindahan Sterling. Yang paling banyak disebut adalah Heemio menginginkan peran utama di City.

Hal yang masuk akal karena tactician City Pep Guardiola mengakui bahwa Sterling merupakan pemain kunci The Citizens.

Sterling mencetak 131 gol dan 94 umpan gol dalam 339 laga City. Jika dirata-rata, dia terlibat dalam proses gol juara Premier League tersebut setiap 142 menit.

Di antara pemain asuhan Pep, hanya Lionel Messi (FC Barcelona) dan Sergio Aguero (City) yang punya produktivitas lebih baik. Tapi, itu wajar karena Messi dan Aguero merupakan striker.

Sementara itu, Sterling merupakan wide attacker, tapi memiliki kemampuan bermain sebagai false nine. ”Kami membutuhkan pemain cepat dan dia (Sterling, Red) melakukannya dengan luar biasa.

Poin plus lainnya, dia mematikan sebagai striker,” kata Pep kepada Football London musim lalu.

Yang jadi masalah, Sterling tidak bisa menjadi Messi yang selalu dapat peran utama di bawah asuhan Pep. Di City, Pep memiliki banyak opsi.

Bahkan, Aguero dipinggirkan ketika mulai sulit mendukung skema main yang diinginkan oleh Sang Filsuf –julukan Pep.

Alasan lain Sterling meninggalkan City diyakini karena kedatangan striker baru Erling Haaland. ”Itu (Sterling pindah ke Chelsea, Red) memang terdengar aneh.”

”Tetapi, dia akan melakukannya dengan baik di London karena dia sendiri yang ingin ke sana. Dia dan Erling Haaland adalah dua pemain yang sangat berbeda dan akan sulit bertandem,” tutur Frank McAvennie, pandit sekaligus mantan pemain West Ham United, kepada Football Insider.

Pertanyaannya, apakah Sterling bisa mendapatkan peran utama di Chelsea? Kans itu terbuka karena tactician The Blues Thomas Tuchel telah menghubungi Sterling secara langsung.

”Sterling pun tertarik dengan proyek Chelsea bersama Tuchel,’’ tulis The Telegraph.

Tuchel dikenal sebagai pelatih yang menyukai penyerang bukan nomor 9 murni. Romelu Lukaku gagal melakukannya musim lalu.

Tammy Abraham pun dilepas ke AS Roma. Tuchel lebih banyak memainkan gelandang serang Kai Havertz sebagai ujung tombak. Kini dengan memiliki Sterling, Tuchel memiliki banyak opsi di lini serang.

Hingga kemarin, selain Havertz, Chelsea masih diperkuat Timo Werner, Christian Pulisic, Michy Batshuayi, Hakim Ziyech, Callum Hudson-Odoi, dan Armando Broja. (*)

 

Reporter: JPgroup

Update