Rabu, 24 Juli 2024

Indonesia Optimistis Angkat Besi Tetap Dipertandingkan di Olimpiade 2024

Berita Terkait

batampos.co.id – Kongres International Weightlifting Federation (IWF) yang dijadwalkan pada 20–21 Desember mendatang di Tashkent, Uzbekistan, ditunda.

Hal itu diambil lantaran komisi independen menyebutkan ada beberapa anggota Dewan IWF yang melanggar prosedur dan menyalahi eligibility determination panel. Padahal, kongres pemilihan itu penting mengingat posisi angkat besi sedang terancam dalam Olimpiade Paris 2024.

Sebelumnya, International Olympic Committee (IOC) mendesak IWF agar segera memperbaiki permasalahan internal IWF. Yakni, pemilihan anggota eksekutif yang baru untuk memperbaiki permasalahan internal terkait dengan maraknya doping dan korupsi.

Jika tidak segera dilakukan pemilihan dan regenerasi itu, pencoretan angkat besi di Olimpiade bisa makin menjadi kenyataan.

Lifter Indonesia Windy Cantika Aisah merayakan keberhasilannya meraih perunggu Olimpiade Tokyo 2020. (Chris Graythen/various sources/AFP)

Dalam keterangan resminya, IWF mengatakan bahwa penundaan kongres tersebut merupakan langkah terbaik yang bisa diambil saat ini. Sebab, mereka sedang membangun kembali federasi yang bersih dan profesional.

”Kami mengadopsi konstitusi yang baru dengan hati-hati dan cara yang bisa menghadapi tantangan hukum. Kami bertekad melakukan hal itu dengan baik,” ujar Michael Irani, presiden sementara IWF.

Setelah mengumumkan penundaan itu, IWF belum menentukan lagi kapan kongres pemilihan diadakan. Bulan lalu IWF telah menggelar pertemuan pertama.

Kabidbinpres PB PABSI Hadi Wihardja mengatakan, penundaan kongres memang bisa memiliki dampak. Tapi, Hadi optimistis nasib angkat besi tetap aman di Olimpiade Paris 2024. Termasuk kelas-kelas unggulan Benua Asia.

”Kalau efeknya sampai dihapus, saya kira tidak mungkin karena ini (angkat besi) merupakan cabor tertua. Penundaan itu mungkin karena ada unsur politik dari beberapa kandidat yang ingin maju dalam pemilihan. Saya berharap kongres segera berjalan paling tidak awal tahun depan,” kata Hadi. (*)

Reporter: JPGroup

Update