Selasa, 27 Februari 2024

Indonesia Ingin Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2034 Bersama Australia

Berita Terkait

Trofi Piala Dunia FIFA. (REUTERS)

batampos – Indonesia sedang berdiskusi dengan Australia tentang kemungkinan pencalonan bersama menjadi tuan rumah Piala Dunia 2034 bersama Malaysia dan Singapura, kata presiden PSSI pada Rabu (11/10).

Badan sepak bola dunia FIFA mengundang asosiasi anggota dari Asia dan Oseania untuk mengajukan penawaran hak atas edisi 2034 pekan lalu.

“Kami sedang mendiskusikan (penawaran) dengan Australia,” kata Presiden PSSI, Erick Thohir seperti dikutip Sydney Morning Herald.

“Saat saya mengunjungi Malaysia dan Singapura, kedua negara menyatakan minatnya untuk bergabung dengan Indonesia dan Australia,” imbuhnya.

Ketika dimintai komentar mengenai kemungkinan penawaran bersama, Football Australia mengatakan pihaknya sedang ‘menjajaki kemungkinan penawaran untuk Piala Dunia Antarklub FIFA 2029 dan Piala Dunia FIFA 2034’, dilansir dari Reuters.

Setelah mengumumkan Spanyol, Maroko, dan Portugal akan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2030, dengan Uruguay, Argentina, dan Paraguay menjadi tuan rumah pertandingan pembuka, FIFA mengundang perwakilan Asia dan Oseania untuk mengajukan penawaran penyelenggara untuk Piala Dunia edisi 2034.

Arab Saudi dengan cepat mengumumkan niatnya untuk mengajukan tawaran hak menjadi tuan rumah dan FIFA telah menetapkan batas waktu hingga 31 Oktober bagi pihak lain yang berkepentingan untuk menyampaikan niat mereka.

Piala Dunia 2026 yang diikuti 48 tim akan diselenggarakan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Dengan Qatar menjadi tuan rumah edisi 2022, Akmal Marhali, pengamat sepak bola Indonesia sekaligus koordinator Save Our Soccer mengatakan, bahwa mungkin terlalu dini bagi Piala Dunia untuk kembali digelar di Timur Tengah, dilansir dari Herald.

“Kami cukup kuat,” katanya. “Saya rasa FIFA akan melihat kawasan Timur Tengah, mengingat Qatar menjadi tuan rumah tahun lalu. Jepang dan Korea juga pernah menjadi tuan rumah. Saya yakin FIFA akan menjajal negara lain.”

“Potensi menang kalau kita gabung dengan Australia, Malaysia, dan Singapura juga lebih besar,” jelasnya. (*)

 

 

 

Reporter: JPGroup

Update