Selasa, 27 Januari 2026

Francesco Bagnaia Minta Maaf Kepada Tim Ducati

Berita Terkait

Pembalap Ducati Francesco Bagnaia. (MotoGP.com)

batampos – Francesco Bagnaia menyampaikan permintaan maaf kepada tim Ducati MotoGP atas cara pendekatannya terhadap masalah teknis yang dihadapinya pada awal musim 2025.

Juara dunia dua kali itu mengaku ingin berubah dan mulai mendekatkan diri secara lebih positif kepada timnya di sisa musim ini.

Dilansir dari laman Crash pada Rabu (9/7), Selama paruh pertama musim 2025, Bagnaia kesulitan menemukan kenyamanan di bagian depan motornya, Desmosedici GP25.

Bagnaia mencoba berbagai pengaturan teknis demi mencari rasa percaya diri yang sama seperti pada motor GP24 musim lalu, di mana ia meraih 11 kemenangan grand prix.

Bagnaia mengaku telah mengadakan pertemuan kecil dengan para teknisi timnya di TT Belanda. Ia meminta maaf karena merasa pendekatannya terhadap masalah motor selama ini tidak membantu tim.

Francesco Bagnaia juga menegaskan akan tekadnya untuk lebih aktif dan terbuka dalam komunikasi dengan tim.

Bagnaia mengatakan bahwa kepekaannya terhadap motor membuatnya terlalu cepat mengambil kesimpulan saat ada masalah.

Pembalap berusia 28 tahun tersebut mengaku sering langsung menyadari hal yang tidak disukainya hanya dalam satu atau dua tikungan, tetapi hal itu membuatnya terlalu cepat mengeluh dan memperumit situasi.

“Saya ingin melakukan lebih banyak putaran dan lebih siap menghadapi balapan,” ungkap Francesco Bagnaia seperti dikutip dari Crash.

Meskipun itu akan sulit bagi dirinya, Namun Bagnaia bertekad untuk terus mencoba agar proses adaptasi terhadap GP25 berjalan lebih baik.

Di Sprint MotoGP Belanda, Bagnaia mengalami kesulitan setelah start dari posisi kedua dan finis kelima.

Bagnaia sempat merasa frustrasi karena langsung kehilangan posisi saat start dan tidak mampu menyalip pembalap lain sepanjang balapan sprint tersebut.

Namun, pada balapan utama hari Minggu di Assen, Bagnaia menunjukkan peningkatan dengan finis ketiga setelah menyalip Pedro Acosta.

Meski demikian, Bagnaia masih mencari solusi untuk meningkatkan performanya di balapan sprint, yang hingga kini masih menjadi kelemahan utamanya. (*)

Update