
batampos – Francesco Bagnaia dikabarkan tidak akan lagi membela Ducati pada tahun 2027, sebagaimana diprediksi oleh sejumlah pihak di paddock MotoGP.
Dilansir dari laman Paddock pada Sabtu (22/11), Analisis Neil Hodgson memperkuat keyakinan bahwa hubungan sang juara dunia dua kali dengan pabrikan Borgo Panigale mendekati akhir. Rumor ini muncul di tengah performa Bagnaia yang menurun drastis pada musim 2025.
Bagnaia yang sejak 2021 menjadi pilar utama Ducati tercatat mengalami delapan kali gagal finis dan delapan balapan di luar zona poin.
Catatan tersebut merupakan rekor terburuk di antara delapan pembalap papan atas musim ini. Posisi akhirnya bahkan diperkirakan hanya berada di peringkat kelima setelah empat tahun konsisten di dua besar.
Neil Hodgson menegaskan bahwa Ducati kini mengalihkan fokus masa depan tim kepada Marc Marquez. Ia menyebut bahwa prioritas pabrikan Italia tersebut adalah mempertahankan Marquez setelah 2027.
Kondisi ini menempatkan Bagnaia dalam posisi yang tidak menguntungkan karena Ducati diprediksi tidak akan memperpanjang kontraknya.
Meski demikian, Bagnaia tetap memiliki peluang untuk melanjutkan karier di pabrikan lain. Honda dan Yamaha dilaporkan memantau situasinya dengan cermat menjelang bursa transfer 2027.
Kedua tim tersebut mencari sosok pemimpin baru untuk proyek jangka panjang mereka, termasuk pembangunan motor generasi berikutnya.
Perubahan regulasi MotoGP pada era baru diperkirakan akan berdampak signifikan pada peta kekuatan antar-pabrikan. Tidak ada jaminan bahwa Ducati akan tetap menjadi acuan utama setelah aturan teknis diperbarui.
Dalam skenario tertentu, kepindahan Bagnaia justru dapat menghidupkan kembali performanya sebagai pembalap papan atas.
Di kubu Ducati, sejumlah nama telah muncul sebagai kandidat pengganti Bagnaia. Fermin Aldeguer disebut sebagai favorit internal jika musim keduanya menunjukkan perkembangan positif.
Pilihan lain seperti Pedro Acosta dan Fabio Quartararo turut dipertimbangkan apabila Ducati ingin membentuk duet besar bersama Marquez. (*)
