
batampos – PP PBSI melakukan langkah ”penyelamatan” untuk sektor ganda campuran. Sektor yang memberikan emas Olimpiade Rio de Janeiro 2016, perak Olimpiade Beijing 2008, dan perak Olimpiade Sydney 2000 itu memang mengalami chaos dalam tiga tahun belakangan.
Induk organisasi bulu tangkis tertinggi tanah air tersebut menunjuk mantan pemain ganda putra dan ganda campuran Flandy Limpele kemarin (28/3) sebagai pelatih ganda campuran pelatnas.
Ditinggal Liliyana Natsir gantung raket di akhir 2019, disusul Tontowi Ahmad yang mundur dari pelatnas setahun kemudian, lalu Richard Mainaky meletakkan jabatannya dari pelatih kepala tahun lalu, ganda campuran pelatnas memang limbung.
Sorotan akan degradasi prestasi semakin besar setelah Praveen Jordan/Melati Daeva terhenti di 16 besar pada Olimpiade Tokyo 2020 tahun lalu. PraMel –julukan Praveen Jordan/Melati Daeva– bahkan terdepak dari pelatnas tahun lalu.
Kabidbinpres PP PBSI Rionny Mainaky menyatakan, kehadiran Flandy bakal membantu pelatih sebelumnya, Nova Widianto, di ganda campuran. ”Kedatangan Flandy kami sambut gembira,” kata Rionny dalam keterangan resmi PP PBSI. Flandy akan bergabung per 1 April.
Rionny menuturkan, rekam jejak serta pengalaman Flandy sebagai pemain dan pelatih menjadi alasan PP PBSI mengontrak Flandy. Tangan dingin Flandy mengantarkan ganda Malaysia Aaron Chia/Soh Wooi Yik meraih medali perunggu Olimpiade Tokyo 2020.
Catatan tersendiri, Chia/Yik menghentikan ganda putra nomor satu Indonesia Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo di 16 besar Olimpiade lalu.
Sebagai pemain, Flandy sangat berprestasi di dua nomor: ganda putra dan ganda campuran. Di ganda putra bersama Eng Hian, dia merebut perunggu Olimpiade Athena 2004. Sementara itu, di ganda campuran, Flandy bersama Vita Marissa menduduki peringkat keempat atau semifinalis di Olimpiade Beijing 2008.
”Flandy sangat disiplin serta punya komitmen,” ujar Rionny. ”Pelajaran dan pengalaman itu (di Olimpiade) yang kami harapkan bisa dibagi kepada atlet-atlet kita,” tambahnya.
Perihal target, Rionny berharap Flandy bisa membantu Nova meloloskan dua wakil pasangan ganda campuran ke Olimpiade Paris 2024.
Mantan pelatih ganda campuran Richard Mainaky senang atas bergabungnya Flandy. Sebab, hal itu menunjukkan regenerasi kepelatihan di sektor ganda campuran Indonesia berjalan baik.
”Dengan diteruskan mantan atlet asuhan saya. Semua pelatih ganda campuran, baik di pratama maupun utama, mantan atlet asuhan saya. Saya yakin akan berjalan baik,” kata Richard kepada Jawa Pos. Saat di ganda campuran, Flandy memang berada di bawah kendali Richard.
Legenda ganda campuran Indonesia Tri Kusharjanto menyambut positif kembalinya Flandy untuk mengarsiteki pebulu tangkis tanah air. ”Ini bagus. Karena Flandy kan mantan pemain ganda campuran dan pastinya tahu bagaimana cara menangani ganda campuran,” ucap Trikus –sapaan Tri Kusharjanto– saat dihubungi kemarin.
Trikus menolak stigma bahwa keberadaan Flandy di ganda campuran merupakan bentuk ketidakpercayaan PP PBSI kepada Nova. ”Saya kira dengan adanya Flandy, beban Nova jadi tidak berat. Karena saat ditinggal Kak Richard Mainaky (pelatih ganda campuran sebelumnya), Nova sendiri,” beber Trikus.
”Saya kira Nova dan Flandy bisa bekerja sama yang bagus dan menjadikan ganda campuran lebih sukses,” tambah peraih perak ganda campuran di Olimpiade Sydney 2000 bersama Minarti Timur itu.
Trikus menyebutkan, pengalaman Flandy melatih di India dan Malaysia bakal bisa membantu Nova dalam sisi teknik. Selain itu, Flandy bisa langsung turun ke lapangan. ”Saya kira Nova dan Flandy harus saling mengisi. Itu bisa buat ganda campuran Indonesia akan berprestasi,” ujar Trikus.
Sementara itu, Jawa Pos berusaha mengonfirmasi Flandy soal jabatan barunya. ”Iya, coach Nova kepala pelatih utama. Kalau saya kepala pelatih pratama,” kata Flandy saat dikontak kemarin.
Flandy menyatakan tidak masalah melatih tim junior. Meskipun di Malaysia dan India, Flandy menjadi pelatih kepala. Menurut dia, ada keuntungan tersendiri melatih pemain dari bawah. Yakni, bisa melihat karakter pemain. (*)
Reporter: JPGroup
