
batampos – The Athletic membeberkan statistik unik Real Madrid ketika jadi juara Liga Champions. Ternyata 5 dari 7 musim di mana Los Blancos, julukan Real, mengangkat trofi Liga Champions terjadi dengan rata-rata angka kebobolan yang tinggi.
Musim 1999-2000, 2016-2017, 2017-2018, 2021-2022, dan 2023-2024 adalah periode Real juara dengan angka kebobolan di atas 1 gol per laga. Sedangkan musim 2013-2014 dan 2015-2016, adalah periode terbaik Real untuk urusan pertahanan. Mereka menjuarai Liga Champions dengan angka kebobolan di bawah 1 per laga.
Lantas mengapa hal itu terjadi? Dalam analisis jurnalis data The Athletic terdapat beberapa hal.
1.Pelatih Memberikan Kebebasan Lebih Kepada Para Pemain Bintangnya
Pelatih Real Madrid Carlo Ancelotti boleh disebut pelatih dengan metode kepelatihan yang biasa dan tidak rigid. Tak seperti Jurgen Klopp di Liverpool FC atau Pep Guardiola di Manchester City yang menerapkan statistik sebagai senjata utama.
Namun justru kebebasan serta kepercayaan kepada para pemain bintangnya, memungkinkan individu-individu ini berimprovisasi dan menciptakan momen-momen ajaib.
“Pendekatan ala Ancelotti ini menciptakan situasi yang sedikit berjudi, tidak terduga dan berbahaya. Namun strategi ini memberi Vinicius Jr, Kylian Mbappe, Jude Bellingham, dan Rodrygo lebih banyak ruang untuk mengekspresikan diri,” tulis The Athletic.
Tak percaya? Simak komen Bellingham usai timnya menang atas Manchester City di playoff fase knock out Liga Champions 2024-2025.
“Kekuatan terbesar kami adalah manajer memberi kebebasan bagi banyak pemain. Beberapa tim lebih terstruktur dalam pola umpan dan pergerakan mereka. Tetapi keunggulan kami adalah permainan yang tidak terduga,” kata Bellingham dalam wawancara dengan TNT Sports.
2.Individu yang Berkarakter
Laga Real identik dengan momen-momen ajaib dan keberuntungan. Dan beberapa contoh yang ikonik misalnya 2 gol Rodrygo saat lawan Manchester City di semifinal 2021-2022 pada leg kedua.
Gol Rodrygo menit 90 dan 90+1 membuat laga berlanjut dengan tambahan waktu 2×15 menit karena agregat pertemuan Real versus City jadi 5-5. Di babak tambahan, giliran Benzema mencetak gol dan memuat Real lolos final dengan agregat 6-5.
Kemudian ada juga hattrick Karim Benzema saat jumpa PSG di leg kedua 16 besar musim 2021-2022. Gilanya trigol itu terjadi hanya dalam 17 menit!
3.Kekuatan Masing-masing Individu yang Berbeda
WhoScored membedah satu per satu kekuatan utama para pemain Real. Misalnya Vinicius Jr dan Rodrygo yang sungguh trengginas dan ahli dalam duel satu lawan satu.
Lalu Kylian Mbappe dengan kecepatan luar biasa. Menurut Diario AS, untuk sprint 100 meter, Mbappe bisa menempuh dalam 9,49 detik.
Sedang Federico Valverde punya daya jelajah dan kekuatan fisik yang luar bisa. Setidaknya 4 posisi berbeda sudah dimainkan pemain asal Uruguay itu musim ini. (*)
