Rabu, 24 Juli 2024

Fakta di Balik Loyonya Performa Skuad Mewah Inggris pada Euro 2024

Berita Terkait

Declan Rice membantah dengan tegas bahwa performa loyo Inggris di Euro 2024 karena efek kelelahan pemainnya. (Instagram/@england)

batampos – Gelandang Timnas Inggris, Declan Rice, menampik anggapan bahwa timnya terlalu lelah untuk tampil menonjol di Euro 2024. Setelah menang tipis atas Serbia dan bermain imbang lawan Denmark, Gareth Southgatemengatakan timnya tidak bisa berkomitmen bermain menekan karena tingkat kebugaran mereka.

Penampilan Inggris, terutama ketika menghadapi Denmark, membuat Southgate dan para pemainnya mendapat kritik pedas, utamanya dari kampung halaman mereka.

“Kami tidak menekan dengan cukup baik, dengan intensitas yang cukup. Kami memiliki keterbatasan dalam melakukan hal tersebut dengan kondisi fisik yang ada,” kata Southgate seusai pertandingan lawan Denmark yang berakhir 1-1.

Komentar Southgate memicu banyak diskusi pasca pertandingan itu, yang secara khusus membahas kurangnya tekanan dari pemain Inggris saat kehilangan penguasaan bola.

Namun, Declan Rice membantah klaim bahwa para pemain Timnas Inggris kelelahan setelah bermain satu musim bersama klub. “Jika saya tidak cukup fit atau para pemain tidak cukup fit, kami tidak seharusnya berada di sini,” kata Rice, seperti dilansir Irish Examiner.

“Kami harus bisa bersaing dalam tujuh pertandingan, baik itu perpanjangan waktu. Kami punya skuad berisi 26 pemain yang cukup fit, cukup kuat, cukup cepat, dan siap tampil maksimal,” tambahnya.

Pemain Arsenal ini kesal dengan anggapan sebagian publik bahwa rekan-rekan setimnya tidak cukup bugar untuk turun di Euro 2024. “Ini konyol. Biarkan mereka terus mempertanyakannya. Kami diciptakan untuk memainkan musim-musim seperti ini,” ujar mantan pemain West Ham United ini.

Di pertandingan terakhir Grup C Euro 2024, Inggris harus meladeni Slovenia di Cologne Stadium, Cologne, Jerman, pada Rabu (26/6) dini hari pukul 02.00 WIB. “Jika kami tidak cukup fit untuk berkompetisi selama 90 menit, maka kami tidak seharusnya menjadi pesepak bola,” ketusnya.

Di balik penampilan yang kurang memuaskan tersebut, sebenarnya terdapat beberapa faktor tersembunyi yang memengaruhi performa skuad Inggris di Euro 2024. Salah satu faktor utama adalah tekanan psikologis yang dirasakan oleh para pemain.

Setelah penampilan gemilang di Euro 2020 dan penampilan solid di Piala Dunia 2022, ekspektasi terhadap tim asuhan Gareth Southgate sangat tinggi. Para pemain merasakan tekanan besar untuk bisa memenuhi harapan para pendukung dan media.

Selain itu, rotasi pemain yang dilakukan Southgate juga menjadi sorotan. Beberapa pengamat sepak bola menganggap bahwa pelatih Timnas Inggris ini terlalu sering merotasi pemain, sehingga tim tidak memiliki kestabilan dan kohesi yang cukup di lapangan.

Hal ini terlihat dari perubahan formasi dan susunan pemain yang dilakukan di setiap pertandingan grup. Padahal, kestabilan dalam tim sangat penting untuk menciptakan chemistry dan performa optimal.

Faktor lainnya adalah taktik yang diterapkan oleh Southgate. Meski memiliki skuad yang mewah dengan banyak pemain bintang, taktik yang digunakan sering kali dianggap terlalu defensif dan tidak memanfaatkan potensi serangan yang dimiliki oleh tim. Hal ini mengakibatkan Inggris kurang mampu menekan lawan dan menciptakan peluang gol yang cukup.

Cedera juga menjadi faktor yang memengaruhi performa Inggris di Euro 2024. Beberapa pemain kunci seperti Harry Kane dan Raheem Sterling mengalami cedera ringan yang memengaruhi kontribusi mereka di lapangan. Meskipun masih bisa bermain, performa mereka tidak dalam kondisi terbaik, sehingga tim kehilangan daya serang yang biasanya menjadi andalan.

Kondisi fisik dan kebugaran pemain memang menjadi isu yang diangkat oleh Southgate, namun perlu diingat bahwa musim kompetisi yang panjang dan padat di liga domestik juga berpengaruh. Meskipun Declan Rice membantah bahwa kebugaran menjadi masalah, kenyataannya para pemain harus menghadapi jadwal yang padat sebelum Euro 2024 dimulai. Ini tentu saja memengaruhi tingkat kebugaran mereka di turnamen ini.

Di luar itu, faktor keberuntungan juga tidak bisa diabaikan. Dalam beberapa pertandingan, Inggris kurang beruntung dalam memanfaatkan peluang yang ada. Beberapa peluang emas gagal dimanfaatkan dengan baik, sementara lawan justru mampu memaksimalkan kesempatan yang mereka miliki.

Hal ini terlihat jelas dalam pertandingan melawan Denmark, di mana Inggris gagal mencetak gol dari beberapa peluang yang seharusnya bisa dikonversi menjadi gol.

Meski demikian, para pemain dan pelatih tetap optimistis bisa memperbaiki penampilan mereka di babak 16 besar. Pertandingan melawan Slovenia akan menjadi ujian nyata bagi tim untuk menunjukkan bahwa mereka mampu bangkit dan tampil lebih baik.

Dukungan dari para penggemar dan motivasi untuk membuktikan diri tentu akan menjadi dorongan tambahan bagi para pemain.

Declan Rice, sebagai salah satu pemimpin di lapangan, terus menyuarakan optimisme dan semangat juang. Dia percaya bahwa tim memiliki kapasitas dan kualitas untuk bersaing di level tertinggi.
“Kami harus tetap percaya diri dan fokus. Setiap pertandingan adalah kesempatan untuk menunjukkan yang terbaik, dan saya yakin kami bisa melakukannya,” ujar Rice.

Dengan segala tantangan dan kritik yang dihadapi, Inggris memiliki peluang besar untuk bangkit dan menunjukkan performa yang lebih baik di sisa turnamen. Perjalanan mereka di Euro 2024 masih panjang, dan tim ini memiliki potensi untuk mencapai kesuksesan yang diharapkan.

Semua mata akan tertuju pada pertandingan melawan Slovenia, dan para penggemar berharap skuad mewah Inggris bisa menunjukkan kemampuan sebenarnya dan melangkah lebih jauh di turnamen ini. (*)

Statistik performa Inggris di fase grup Euro 2024:

Pertandingan 3

Gol 2

Kebobolan 1

Assists 0

SourceJPGroup

Update