Rabu, 28 September 2022

Duel di Malaysia Masters, Hendra/Ahsan Berikan Pujian kepada Fajar/Rian

Berita Terkait

Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto (kanan) berpose bersama Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan di podium Malaysia Masters 2022. (Mohd Rasfan/AFP)

batampos – Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan kembali gagal meraih gelar sepanjang 2022. Masuk final tiga kali, Hendra/Ahsan selalu tumbang pada partai puncak.

Terbaru, Minggu (10/7), Hendra/Ahsan dikalahkan junior mereka Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto pada final Malaysia Masters 2022. Hendra/Ahsan kalah dalam rubber game dengan skor 12-21 dan 19-21.

Sebelumnya, Hendra/Ahsan kalah di final India Open dan All England. Sama seperti hari ini, pada All England, Hendra/Ahsan juga dikandaskan sesama pemain Indonesia, Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri.

“Alhamdulillah tetap bersyukur sudah bisa melewati partai final ini walau dengan kekalahan. Selamat juga untuk Fajar/Rian,” kata Ahsan dikutip dari siaran pers PP PBSI.

“Di game pertama, kami kalah angin lumayan kencang jadi tertekan terus. Sulit untuk keluar dari tekanan tersebut. Di game kedua kami mulai bisa menekan. Tapi di poin-poin akhir banyak melakukan kesalahan sendiri,” tambah Ahsan.

Hendra menambahkan bahwa mereka tetap fight walaupun menghadapi kompatriot sendiri.

“Performa Fajar/Rian sudah bagus tapi tetap harus stabil ya dan semoga ke depannya, kami berharap mereka bisa juara yang lebih besar lagi,” tambah Hendra.

Setelah ini, Hendra/Ahsan akan langsung fokus untuk di Singapore Open 2022. “Semoga hasilnya bisa lebih baik,” ucap Hendra.

Bagi Fajar/Rian juara tahun ini adalah gelar Malaysia Masters kedua dalam karier mereka. Sebelumnya, Fajar/Rian menjadi kampiun pada edisi 2018. Total, Fajar/Rian mampu menjadi juara pada empat turnamen level Super 500.

Selain di Malaysia Masters 2018 dan 2022, Fajar/Rian juga menjadi juara di Korea Open 2019 dan Indonesia Masters 2022.

“Pertama-tama mengucap syukur Alhamdulillah hari ini diberikan kelancaran dan kemenangan. Senang dan bangga, bukan hanya karena juara tapi karena bisa menang lawan senior kami apalagi sudah sangat berpengalaman,” ucap Rian dikutip dari siaran pers PP PBSI.

“Tetap banyak evaluasinya walau sudah dapat tiga gelar dan tiga runner-up. Kami tetap tidak mau mudah puas karena masih banyak turnamen di depan yang ingin kami raih. Salah satunya Kejuaraan Dunia,” tambah Rian.

Memang, penampilan Fajar/Rian sangat konsisten tahun ini. Sejak kandas pada babak pertama All England 2022, FajRi sukses menembus enam final. Dari enam final itu, Fajar/Rian tiga kali menjadi juara yakni di Swiss Open, Indonesia Masters, dan Malaysia Masters.

Sedangkan kekalahan Fajar/Rian terjadi pada ajang Korea Open, Thailand Open, dan Malaysia Open. Saat final Thailand Open, Fajar mengalami cedera dan harus mundur.

“Alhamdulillah bersyukur bisa menang di pertandingan final hari ini. Minggu lalu kami menjadi runner-up dan hari ini kami bisa menjadi juara pastinya tidak mudah. Karena stamina sudah terkuras tapi kami bagaimana caranya untuk bangkit, untuk bisa lebih baik lagi,” ucap Fajar.

“Kami memang sudah siap di pertandingan hari ini. Kami tidak mau kekalahan minggu lalu terulang. Minggu lalu kami merasakan stamina kami terkuras, jadi kami lebih menyiapkan stamina dan fokusnya.”

“Kami tidak terlalu memikirkan siapa lawan kami, walau lawan teman sendiri tapi kalau sudah di lapangan tetap namanya lawan. Kami juga kan mau titel untuk menambah kepercayaan diri,” kata Fajar lagi.

Untuk jangka pendek, Fajar ingin berprestasi di Singapore Open yang berlangsung 12 sampai 17 Juli.

“Semoga tetap bisa mempertahankan konsistensi dan performa permainan. Kalau bisa, raih gelar juga. Kami perlu poin untuk ke depan. Unfreeze ranking nanti, kami mau upgrade,” kata Fajar. (*)

 

Reporter: JPGroup

Update