
batampos – Teka-teki masa depan gelandang legendaris Prancis N’Golo Kante akhirnya terjawab. Pemain itu resmi kembali ke kompetisi Eropa setelah menyelesaikan proses transfernya ke klub raksasa Turki Fenerbahce pada Rabu (4/2).
Fenerbahce telah mengonfirmasi perekrutan mantan gelandang Leicester City dan Chelsea itu dari klub Liga Pro Saudi Al Ittihad. Namun, proses kepindahan pemain berusia 34 tahun itu tidak berjalan semulus yang dibayangkan.
Sebelumnya, pembicaraan antara kedua klub sempat dikabarkan menemui jalan buntu pada hari Selasa (3/2). Pihak Fenerbahce bahkan sempat menyalahkan Al Ittihad atas kegagalan kesepakatan itu.
Menurut pernyataan resmi dari pihak klub Turki yang dilansir dari ESPN, Al Ittihad dianggap gagal mematuhi regulasi FIFA terkait pendaftaran transfer pemain.
Namun, ketegangan itu mereda setelah Al Ittihad akhirnya mengunggah pesan perpisahan untuk Kante melalui media sosial X. Pihak klub Arab Saudi menyatakan telah sepakat untuk menjual sisa periode kontrak sang pemain kepada Fenerbahce.
Berdasarkan laporan dari Situs Resmi Fenerbahce, bintang Prancis itu telah menandatangani kontrak berdurasi 2,5 tahun yang akan mengikatnya di Istanbul hingga pertengahan 2028. Upacara penandatanganan kontrak dilakukan di gedung utama klub dengan dihadiri oleh jajaran direksi, termasuk Direktur Olahraga Devin Ozek.
“Kami sangat senang bisa mendatangkan salah satu gelandang terbaik di dunia ke dalam skuad kami. Kante telah memenangkan hampir semua trofi penting, mulai dari Piala Dunia hingga Liga Champions,” ujar Devin Ozek.
Ozek menekankan bahwa pengalaman dan mentalitas juara yang dimiliki Kante akan menjadi aset berharga bagi klub untuk meraih kesuksesan di kompetisi domestik maupun Eropa.
Menariknya, Kante bukan satu-satunya gelandang Prancis yang didatangkan Fenerbahce pada bursa transfer Januari. Kante menyusul mantan pemain Arsenal Matteo Guendouzi yang lebih dulu bergabung dengan tim asuhan Domenico Tedesco itu.
Kehadiran Kante diprediksi akan membuat lini tengah Fenerbahce menjadi salah satu yang paling tangguh di liga Turki.
Selain kontribusinya secara teknis, kehadiran Kante di Istanbul juga membawa dampak sosial. Pihak klub mengonfirmasi bahwa Kante akan menjadi pionir dalam proyek 1%, sebuah inisiatif amal yang digagas klub bersama Sidiki untuk membantu anak-anak penyandang disabilitas.
Kante sendiri tidak membuang waktu lama untuk beradaptasi. Pada Kamis (5/2), Kante dilaporkan telah menjalani sesi latihan pertama bersama rekan-rekan barunya di fasilitas latihan Fenerbahce. Dengan kondisi fisik yang masih terjaga, Kante diharapkan dapat segera melakoni debutnya dalam waktu dekat. (*)
