Jumat, 9 Januari 2026

Dorong Pembinaan Usia Dini, Askab PSSI Lingga Tambah Pelatih Berlisensi

Berita Terkait

Kegiatan kursus pelatih sepak bola berlisensi yang diselenggarakan oleh Askab PSSI Lingga, Rabu (7/1). F. Vatawari/Batam Pos.

batampos – Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Lingga menggelar kursus kepelatihan sepak bola berlisensi bagi para pelatih lokal. Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya pelatih di Kabupaten Lingga yang masih minim pelatih berlisensi resmi.

Kursus kepelatihan tersebut dilaksanakan selama tujuh hari, mulai 4 hingga 10 Januari 2026. Sebanyak 28 peserta yang merupakan pelatih klub sepak bola daerah di Kabupaten Lingga mengikuti kegiatan ini.

Melalui kursus ini, para peserta dibekali pengetahuan dasar kepelatihan, teknik permainan, serta metode latihan yang sesuai dengan standar kepelatihan nasional.

Askab PSSI Lingga menilai peningkatan kualitas pelatih menjadi fondasi penting dalam membangun pembinaan sepak bola, khususnya di tingkat usia dini dan kompetitif.

Wakil Ketua Askab PSSI Lingga, Supardi, mengatakan kegiatan kursus kepelatihan ini merupakan bagian dari agenda dan program resmi PSSI Lingga dalam memajukan sepak bola daerah.

“Pelatihan ini adalah agenda dan program PSSI Lingga. Selama ini, pelatih sepak bola yang memiliki lisensi di Lingga hanya tiga orang, selebihnya belum memiliki lisensi,” ujar Supardi, Rabu (7/1).

Menurutnya, keterbatasan jumlah pelatih berlisensi menjadi salah satu tantangan utama dalam pengembangan sepak bola di Kabupaten Lingga.

Melalui kursus ini, Askab PSSI Lingga berharap terjadi peningkatan signifikan jumlah pelatih yang memiliki pemahaman kepelatihan secara terstruktur dan sesuai standar.

“Harapan kami, kegiatan ini memberikan hasil terbaik bagi pelatih-pelatih di Lingga, sehingga mereka mampu melatih anak-anak dengan standar yang lebih baik,” katanya.

Askab PSSI Lingga menargetkan para peserta kursus dapat menjadi motor penggerak pembinaan sepak bola usia muda di klub masing-masing. Dengan bertambahnya pelatih berlisensi dasar, proses pembinaan di tingkat akar rumput diharapkan berjalan lebih sistematis dan berkelanjutan. (*)

ReporterVatawari

Update