
batampos – Shin Tae-yong akhirnya angkat suara soal masa depannya setelah resmi tak lagi menangani Timnas Indonesia. Pelatih asal Korea Selatan itu dipecat oleh PSSI pada Januari 2025 usai menjalani kontrak selama lebih dari tiga tahun.
Sebagai pengganti Shin, PSSI menunjuk Patrick Kluivert untuk menangani skuad Garuda di babak Kualifikasi Piala Dunia 2026. Penunjukan Kluivert menjadi babak baru bagi Timnas, sekaligus menutup era Shin yang penuh dinamika.
Hingga awal April 2025, Shin Tae-yong belum memutuskan untuk bergabung dengan klub atau tim nasional manapun. Ia masih menganggur dan menikmati masa rehatnya usai diberhentikan dari kursi pelatih Indonesia.
Meski tak lagi menangani tim, Shin masih aktif hadir di berbagai acara sepak bola di Indonesia. Ia beberapa kali terlihat di acara nonton bareng pertandingan Timnas Indonesia saat menghadapi Australia dan Bahrain.
Kehadiran Shin dalam acara tersebut memicu berbagai spekulasi tentang masa depannya. Rumor pun mulai berembus Shin akan tetap berkarier di Indonesia.
Beberapa media lokal menyebutkan Shin Tae-yong menjadi kandidat pelatih untuk dua tim besar Liga 1. Persija Jakarta dan Persebaya Surabaya disebut-sebut sebagai calon pelabuhan barunya.
Rumor itu langsung menyedot perhatian pencinta sepak bola nasional, terutama suporter dua klub besar tersebut. Namun, hingga kini belum ada langkah konkret dari kedua manajemen klub.
Manajemen Persebaya Surabaya menjadi pihak pertama yang merespons isu yang beredar. Mereka menyatakan fokus utama klub saat ini adalah menyelesaikan musim kompetisi dengan hasil terbaik.
Candra Wahyudi selaku Direktur Operasional Persebaya Surabaya menyatakan masa depan pelatih Paul Munster belum ditentukan. Manajemen akan mengevaluasi performa tim hingga akhir musim sebelum membuat keputusan apapun.
“Manajemen belum mengambil keputusan soal kontrak Munster, masih ingin melihat performa tim hingga musim berakhir,” ujar Candra pada 26 Maret 2025 malam. Ia menambahkan, keputusan soal pelatih baru akan sangat bergantung pada hasil tim di sisa kompetisi.
Candra juga menyebut seluruh fokus klub saat ini tertuju pada mendukung tim untuk meraih kemenangan. Evaluasi menyeluruh akan dilakukan terhadap pemain dan pelatih seiring berjalannya waktu.
“Fokus manajemen sekarang adalah mensupport tim ini, meraih hasil maksimal sampai akhir musim,” jelasnya. Ia juga menekankan evaluasi terhadap tim akan berlangsung terus hingga musim usai.
“Untuk posisi pelatih juga akan kami lihat bagaimana hasil maksimalnya di akhir kompetisi nanti,” sambung Candra. Komentar ini juga membantah rumor Persebaya Surabaya telah menjalin komunikasi dengan Shin.
Sementara itu, manajemen Persija Jakarta belum memberikan pernyataan resmi terkait isu Shin Tae-yong. Tidak ada tanggapan atau klarifikasi yang dikeluarkan oleh pihak klub ibu kota hingga saat ini.
Situasi ini akhirnya membuat Shin Tae-yong sendiri buka suara menanggapi berbagai rumor tersebut. Ia membantah keras dirinya telah mendapat tawaran melatih klub Liga 1 Indonesia.
Dalam wawancara yang dikutip dari media Korea Selatan, New Daily, Shin menyebut kabar tersebut tidak berdasar. Ia menegaskan hingga saat ini belum ada satu pun klub Indonesia yang memberikan tawaran resmi kepadanya.
“Itu tidak berdasar,” kata Shin dalam wawancara dengan New Daily. “Padahal, tidak ada tawaran dari Indonesia,” lanjutnya dengan tegas.
Shin juga menyebut dirinya belum menerima informasi apapun secara langsung dari pihak manapun. Semua rumor yang beredar menurutnya hanyalah spekulasi semata yang tidak bisa dibuktikan.
“Tidak ada tawaran nyata, dan saya tidak mendengar apa pun secara langsung,” ujarnya. Ia tampak tegas dalam membantah segala spekulasi soal dirinya yang akan melatih klub Indonesia.
Soal masa depan kariernya, Shin menyebut belum ingin kembali ke lapangan hijau dalam waktu dekat. Ia memilih untuk istirahat dan menjauh sejenak dari hiruk pikuk dunia kepelatihan.
“Tidak ada rencana,” kata pelatih 54 tahun itu. “Saya berencana untuk beristirahat dari peran saya sebagai manajer selama sekitar satu tahun,” jelasnya.
Shin menuturkan masa rehat ini akan digunakannya untuk belajar dan merenung lebih dalam tentang sepak bola. Ia tidak ingin terburu-buru mengambil pekerjaan hanya karena tekanan eksternal.
“Saya berencana untuk lebih banyak belajar sepak bola selama saya beristirahat,” tambahnya. Ia menyiratkan keinginan untuk memperluas wawasannya sebelum kembali terjun ke dunia pelatih.
“Saya tidak punya rencana untuk posisi manajerial saya berikutnya saat ini,” tegas Shin. Menurutnya, masa depan tidak bisa ditebak dan semua bisa terjadi di waktu yang tak terduga.
“Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi di masa depan,” ucapnya. Ia membuka kemungkinan kembali ke dunia kepelatihan jika memang waktunya tepat.
Meski begitu, Shin menolak sikap serakah dalam menentukan langkah selanjutnya. Ia memilih untuk bersikap realistis dan menerima kenyataan tanpa memaksakan kehendak.
“Tentu saja, akan menyenangkan jika saya mendapat tawaran dari tim yang bagus,” akunya. Namun, ia tidak mau tergoda oleh ambisi berlebihan dalam memilih tempat baru.
“Tetapi saya tidak akan terlalu serakah dan hanya beristirahat,” ujar Shin dengan kalimat penutup yang menohok. Pernyataan itu menjadi pesan kuat ia memilih jeda sebagai bentuk penghormatan terhadap kariernya sendiri.
Sejak menangani Timnas Indonesia, Shin memang dikenal sebagai pelatih yang berani membawa perubahan. Ia membawa sistem latihan modern, kedisiplinan tinggi, dan mempercayai pemain muda.
Namun tak semua keputusannya berjalan mulus. Kritik keras datang saat Timnas gagal lolos dari fase grup di Piala Asia 2023 dan tak menunjukkan konsistensi di Kualifikasi Piala Dunia.
Terlepas dari itu, Shin tetap mendapat tempat spesial di hati sebagian suporter Timnas Indonesia. Ia dianggap membawa harapan baru dan memperbaiki fondasi sepak bola Tanah Air.
Kini setelah tidak lagi menjabat sebagai pelatih, publik sepak bola Indonesia tetap mengikuti kabar tentang dirinya. Setiap langkah Shin selalu ditunggu, termasuk jika suatu saat ia benar-benar kembali ke Indonesia.
Apakah Shin Tae-yong akan kembali ke Liga 1 di masa depan? Ataukah ia akan menerima tantangan baru di negara lain dengan atmosfer berbeda?
Semua kemungkinan itu terbuka, namun yang pasti saat ini Shin memilih diam dan fokus pada dirinya sendiri. Ia ingin memastikan ketika kembali nanti, ia benar-benar siap secara fisik dan mental.
Shin Tae-yong telah menunjukkan dalam dunia sepak bola, terkadang jeda adalah bagian dari proses. Dan untuk sekarang, ia ingin menghargai proses itu tanpa tekanan apapun.
Publik Indonesia mungkin harus bersabar lebih lama jika ingin melihat Shin kembali aktif di pinggir lapangan. Karena bagi pelatih sekelas Shin, memilih waktu yang tepat lebih penting daripada sekadar mengisi posisi.
Sikap tenang dan rendah hati Shin dalam menghadapi rumor ini menunjukkan kelasnya sebagai pelatih. Ia tidak terpancing emosi dan justru memilih jalur yang bijak dan elegan.
Masa depan Shin Tae-yong masih misterius, namun jelas satu hal: ia tidak akan gegabah mengambil keputusan. Dengan pengalaman yang ia miliki, tawaran pasti akan datang dengan sendirinya saat waktu tepat tiba.
Dan ketika saat itu tiba, dunia sepak bola akan kembali menyaksikan sosok Shin Tae-yong memimpin di garis pinggir lapangan dengan karisma dan ketegasannya. (*)
