
batampos – Klub nonliga Macclesfield Town menciptakan salah satu kejutan terbesar dalam sejarah Piala FA Inggris setelah menyingkirkan juara bertahan Crystal Palace dengan skor 2-1 pada putaran ketiga, Sabtu (waktu setempat).
Kemenangan sensasional tersebut kembali menegaskan reputasi Piala FA sebagai kompetisi yang kerap melahirkan kejutan besar.
AFP Sport mengulas sejumlah kejutan luar biasa lain yang hingga kini tetap dikenang dalam sejarah turnamen tertua di dunia itu.
Hereford 2 Newcastle 1 (1972)
Klub Liga Selatan, Hereford, lebih dulu menahan imbang Newcastle 2-2 di St James’ Park sebelum mencetak kemenangan dramatis pada laga ulangan putaran ketiga.
Momen legendaris tercipta saat Ronnie Radford mencetak gol penyama kedudukan lewat tembakan jarak jauh, memaksa laga berlanjut ke perpanjangan waktu.
Ricky George kemudian mencetak gol kemenangan yang disusul dengan invasi suporter ke lapangan dalam kondisi becek untuk merayakan kemenangan bersejarah.
Sutton 2 Coventry 1 (1989)
Coventry City, juara Piala FA 1987 dan saat itu masih berlaga di kasta tertinggi, secara mengejutkan tumbang dari klub nonliga Sutton United pada putaran ketiga.
Gol Tony Rains dan Matthew Hanlan membawa Sutton mencetak kejutan besar di bawah asuhan guru sekolah Barrie Williams.
Wrexham 2 Arsenal 1 (1992)
Arsenal datang sebagai juara Liga Inggris, sementara Wrexham berada di dasar Divisi Empat. Namun perbedaan kelas itu sirna saat Wrexham menang dramatis di Racecourse Ground.
Arsenal sempat unggul lewat Alan Smith, sebelum Mickey Thomas yang berusia 37 tahun menyamakan skor melalui tendangan bebas jarak 20 meter. Steve Watkin kemudian mencetak gol kemenangan di menit akhir, menciptakan salah satu hasil paling bersejarah bagi Wrexham.
Stevenage 3 Newcastle 1 (2011)
Newcastle United menjadi klub Liga Premier keempat yang tersingkir dari tim Divisi Empat sejak era EPL dimulai, setelah takluk dari Stevenage.
Gol cepat Stacy Long dan Michael Bostwick mengguncang tim asuhan Alan Pardew. Situasi makin sulit setelah Cheick Tiote menerima kartu merah, sebelum Peter Winn melengkapi kemenangan Stevenage di masa tambahan waktu.
Plymouth 1 Liverpool 0 (2025)
Plymouth Argyle, yang saat itu berada di dasar klasemen Championship, memanfaatkan keputusan pelatih Arne Slot yang menurunkan skuad muda Liverpool.
Gol penalti Ryan Hardie di babak kedua memastikan kemenangan mengejutkan atas Liverpool, yang beberapa bulan kemudian justru keluar sebagai juara Liga Inggris. Plymouth sendiri akhirnya terdegradasi di akhir musim.
Kekalahan tersebut tercatat sebagai kali keempat pemuncak klasemen Liga Inggris tersingkir dari tim di luar kasta tertinggi dalam sejarah Piala FA. (*)
