Kamis, 27 Januari 2022

Dapat Izin Polri, Liga Boleh Ditonton Langsung di Stadion

Berita Terkait

Ekspres suporter yang mendapat kesempatan mengikuti uji coba penerapan laga dengan penonton di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, kemarin (15/12). (HARITSAH ALMUTSIR/JAWA POS)

batampos – Harapan pencinta sepak bola untuk bisa menyaksikan langsung pertandingan di stadion tidak lama lagi terwujud. Polri memberikan izin pertandingan sepak bola digelar dengan dihadiri penonton. Itu berlaku untuk kompetisi Liga 1 dan Liga 2.

Kadivhumas Polri Irjen Dedi Prasetyo menuturkan, pertandingan dihadiri penonton itu bisa digelar dengan catatan ada pembatasan. Yakni, tidak sesuai dengan kapasitas penuh stadion. Alasannya masih dalam situasi pandemi Covid.

”Polri memberikan izin uji coba penyelenggaraan Liga 1 dan 2 dihadiri penonton terbatas,” ujar Dedi kemarin (15/12).

Pemberian izin tersebut, lanjut dia, mempertimbangkan antusiasme masyarakat yang tinggi.Selain itu, Polri telah berkoordinasi dengan berbagai pihak. Dengan begitu, penanganan dan pengendalian Covid-19 tidak terhambat. ’’Seluruh pihak diajak komunikasi soal izin,’’ ucapnya.

Dedi menegaskan bahwa penerapan protokol kesehatan (prokes) yang ketat adalah hal yang mutlak. Polri akan turut mengawasi pelaksanaan prokes dalam pertandingan dengan penonton tersebut.

Ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi untuk menggelar pertandingan dengan penonton. Di antaranya, penonton wajib mengenakan masker dari awal hingga akhir pertandingan, penonton harus telah divaksin dua dosis yang dibuktikan dengan sertifikat vaksinasi, dan penonton harus mengakses aplikasi PeduliLindungi.

Selain itu, pertandingan digelar di wilayah yang perkembangan angka Covid 19-nya rendah. ’’Prokes dijalankan semua. Penonton, pemain, ofisial, dan sponsor,’’ tegasnya.

Polri, lanjut dia, akan mengevaluasi secara rutin pelaksanaan uji coba kompetisi dengan penonton. ’’Evaluasi pelaksanaannya berkala. Kompetisi berjalan, tapi kesehatan tetap terdepan,’’ ucapnya.

Di sisi lain, uji coba pertandingan dengan dihadiri penonton sudah dilakukan pada babak delapan besar Liga 2 yang dimulai semalam di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Namun, tidak semua penonton bisa masuk stadion.

Local Media Officer Nandang Permana Sidik menjelaskan, belasan suporter tidak bisa masuk Stadion Pakansari karena belum menjalani vaksinasi Covid-19 dosis kedua.

”Kami tidak mau bernegosiasi. Jika tidak sesuai regulasi, kami tidak memberikan izin untuk masuk ke dalam stadion,” ucap pria yang juga media officer Persikabo 1973 itu kepada Jawa Pos.

Sebenarnya, kata Nandang, sosialisasi terkait peraturan menonton pertandingan di stadion dalam masa pandemi Covid-19 sudah dilakukan secara maksimal. Bila masih ada suporter yang datang tapi tidak sesuai regulasi, Nandang menyebut persoalan ada pada internal suporter.

”Mungkin ada yang baru sekali divaksin, tapi mengaku sudah dua kali divaksin. Giliran di sini menjalani pemeriksaan ketat, akhirnya tidak lolos,” ungkap pria yang akrab disapa Pepe itu.

Reaksi suporter yang tidak bisa masuk tentu kecewa. Mereka sudah datang dari jauh untuk menyaksikan dan memberikan support kepada tim kesayangannya. Namun, ketika di stadion, mereka tidak bisa menyaksikan secara langsung. ”Kami tidak mau uji coba ini terkendala. Jadi, kami harus menegakkan peraturan,” tegasnya.

Sementara itu, Presiden Pasoepati Maryadi Gondrong mengungkapkan, ada beberapa anggotanya yang tidak bisa masuk ke stadion karena belum divaksinasi dosis kedua. Hal itu akan menjadi pembelajaran di internal Pasoepati. Setelah ini, pihaknya akan memberikan edukasi kepada anggotanya.

”Paling tidak, peraturan yang diamanahkan operator kompetisi harus dipatuhi. Next, kami akan berangkatkan anggota yang sudah sesuai regulasi,” ucap Maryadi kepada Jawa Pos.

Dia menegaskan, Pasoepati mendukung uji coba pertandingan dengan penonton. Sebab, ini adalah ajang untuk melepas kerinduan setelah lama tidak bisa menonton pertandingan sepak bola secara langsung di stadion. Menurut Maryadi, kepuasan menjadi suporter adalah ketika bisa bersorak, menari, dan melihat gol ke gawang secara langsung di stadion.

Namun, lanjut dia, suporter perlu waktu untuk beradaptasi dengan regulasi menonton bola di masa pandemi. ”Bagi suporter, peraturan yang sekarang terlalu ribet. Suporter ada yang belum tahu aplikasi (PeduliLindungi, Red). Ada juga yang takut dengan swab antigen. Namun, secara umum, uji coba ini menjadi kemajuan bagi sepak bola Indonesia,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan menilai, secara umum, penyelenggaraan pertandingan Liga 2 hari pertama dengan penonton berjalan lancar. Dia berharap kegiatan itu bisa terus berlanjut sampai Liga 2 selesai.

”Insya Allah kalau tidak ada hal menonjol yang jadi perhatian serius, kami akan lanjutkan ini ke Liga 1 seri keempat dan kelima yang akan digelar di Bali,” ucap mantan Kapolda Metro Jaya itu.

Terkait antigen berbayar, pria yang akrab disapa Iwan Bule itu menuturkan bahwa akan ada pembicaraan lanjutan. Sebab, tes antigen untuk suporter sejatinya didukung Kemenkes. ”Hampir 10 ribu antigen disiapkan untuk penonton. Mungkin karena baru hari pertama jadi belum siap. Semoga berikutnya bisa sesuai hasil rapat koordinasi,” terang dia.

Menpora Zainudin Amali menambahkan, pemerintah mengapresiasi lancarnya pertandingan Liga 2 dengan penonton pada hari pertama. Menurut dia, Indonesia sudah seharusnya mulai mencoba pertandingan dengan penonton. ”Kalau tidak mencoba, kita tidak tahu di mana kelebihan dan kekurangan kita,” ucapnya.

Pelatih Persiba Balikpapan Fakhri Husaini menyambut baik uji coba kehadiran suporter di stadion. Menurut mantan pelatih tim nasional U-19 itu, uji coba perlu dilakukan karena kasus Covid-19 di Indonesia sudah melandai.

”Ajang Piala AFF saja sudah bisa ada penonton, kenapa kita tidak mengikuti? Tentunya, uji coba ini harus dengan protokol kesehatan yang ketat,” ucap Fakhri.

Mantan pelatih PKT Bontang itu menambahkan, sepak bola Indonesia sudah perlu menghadirkan penonton. Untuk tahap awal, kuota boleh dibatasi 100 per kelompok suporter. Nanti, secara bertahap kuota suporter harus ditambah.

”Selama ini, banyak orang sudah bisa hadir di pusat perbelanjaan, sekolah, atau tempat ibadah. Sekarang sudah waktunya memberikan kesempatan agar sepak bola bisa disaksikan penonton,” tegas pria 56 tahun tersebut.

Pelatih Sriwijaya FC Nil Maizar sependapat dengan Fakhri. Di Eropa, penonton sudah boleh hadir di stadion. ”Saya rasa bagus karena Indonesia sudah ikut memulai. Namun, protokol kesehatannya harus sangat ketat,” ucap mantan pelatih Persela Lamongan tersebut. (*)

Reporter: JPGroup

Update