Kamis, 22 Januari 2026

Cremonese Kalah dari Pisa, Ini Statistik Kiper Timnas Indonesia Emil Audero

Berita Terkait

Aksi Emil Audero bersama Cremonese hadapi Pisa di Liga Italia, Sabtu (8/11/2025). (Cremonese)

batampos – Statistik Emil Audero kembali menarik perhatian setelah tampil penuh selama 90 menit dan mencatat lima penyelamatan, namun US Cremonese tetap kalah 0-1 dari Pisa SC di pekan ke-11 Liga Italia 2025/2026. Laga yang berlangsung di Stadion Romeo Anconetani pada Sabtu dini hari WIB tersebut menempatkan Audero sebagai sosok paling sibuk di lini pertahanan tim tamu.

Sejak awal pertandingan, Pisa tampil agresif dan langsung menekan pertahanan Cremonese. Skema bertahan dan serangan balik yang diandalkan Cremonese belum mampu mengimbangi intensitas permainan tuan rumah.

Peluang pertama Pisa datang sangat cepat ketika Idrissa Toure melepaskan tembakan pada menit ke-2. Namun sepakan tersebut masih melebar tipis dari gawang Audero.

Tekanan berlanjut, dan Audero sudah harus melakukan penyelamatan krusial pada menit ke-9. Tendangan jarak jauh M’Bala Nzola melaju deras, tapi kiper Timnas Indonesia itu mampu terbang menepis bola dengan refleks cepat.

Tidak berhenti di situ, sundulan Antonio Caracciolo pada menit ke-21 juga berhasil dibendung Audero. Dua menit berselang, giliran tembakan Ebenezer Akinsanmiro yang juga gagal menembus gawangnya.

Babak pertama berakhir tanpa gol, dan Audero menjadi alasan utama mengapa Cremonese mampu menahan gempuran Pisa.

Performa solid eks-kiper Inter Milan ini mencuri perhatian meski tekanan demi tekanan terus datang ke arah gawangnya.

Memasuki babak kedua, pola permainan tidak banyak berubah. Pisa masih menguasai bola, sementara Cremonese mencoba mencuri peluang melalui transisi cepat.

Cremonese nyaris berbalik unggul saat Franco Vazquez melepaskan tembakan melengkung pada menit ke-61. Bola mengenai mistar dan memantul keluar, membuat peluang emas tersebut hanya menjadi momen nyaris.

Dua menit berikutnya, Vazquez kembali mengancam melalui sundulan yang mengarah keras ke gawang.

Namun kali ini Adrian Semper, kiper Pisa, melakukan penyelamatan gemilang yang membuat Cremonese gagal memecah kebuntuan.

Pertandingan kemudian berubah pada menit ke-75 ketika Idrissa Toure mencetak gol penentu.

Tendangan kerasnya dari luar kotak penalti meluncur deras dan tak mampu dibendung Audero, meski kiper tersebut sudah tampil impresif sepanjang laga.

Gol tersebut menjadi satu-satunya di pertandingan hingga peluit panjang berbunyi.

Pisa mengamankan tiga poin penting dan naik ke posisi 16 klasemen dengan total 9 poin, sedangkan Cremonese tertahan di peringkat 10 dengan 14 poin.

Jika melihat statistik individu, performa Audero tetap cukup baik. Ia melakukan lima penyelamatan, termasuk dua diving save, serta tiga penyelamatan di dalam kotak penalti.

Audero juga cukup aktif dalam distribusi bola, mencatat 26 umpan akurat dari 40 percobaan. Namun akurasi umpan panjangnya masih rendah, yakni hanya 4 sukses dari 18 percobaan atau 22 persen.

Selain itu, Audero tercatat melakukan 55 sentuhan bola dan satu aksi sweeper untuk memotong aliran serangan lawan. Ia juga melakukan dua high claim dan enam lemparan bola untuk memulai serangan Cremonese.

Meski tampil cukup solid, data xGOT (Expected Goals on Target) menunjukkan hal menarik.

Audero menghadapi ancaman senilai 0.95 xGOT dan kebobolan satu gol, membuat angka goals prevented-nya mencapai -0.05, yang menandakan tembakan Toure memang berada di luar jangkaunya.

Kegagalan Cremonese bukan hanya karena kebobolan tunggal tersebut, tetapi juga karena minimnya efektivitas serangan. Tim yang diperkuat Jamie Vardy di lini depan sulit membangun momentum, meski beberapa peluang sempat tercipta.

Secara keseluruhan, pertandingan ini menunjukkan Audero tetap menjadi figur penting dalam skuad Cremonese. Di tengah jadwal kompetisi yang ketat, konsistensi seperti ini menjadi nilai plus menjelang laga-laga berikutnya.

Namun, tugas utamanya sebagai penjaga gawang tetap berkaitan dengan hasil tim.

Meski tampil baik secara individu, Audero tentu berharap rekan-rekannya mampu memberi dukungan lebih dalam menyelesaikan peluang dan menjaga momentum permainan.

Kekalahan ini menjadi catatan evaluasi bagi Cremonese yang sebelumnya stabil di papan tengah. Pertahanan solid belum cukup, karena efektivitas penyelesaian akhir menjadi elemen yang harus segera diperbaiki.

Bagi Audero, performa ini tetap menunjukkan kualitasnya sebagai kiper Timnas Indonesia di level tertinggi Eropa. Ia menegaskan dirinya kompetitif, disiplin, dan punya refleks tajam meski hasil akhir belum berpihak pada timnya.

Cremonese akan kembali menghadapi laga berat pekan depan. Audero tentu akan kembali menjadi sosok kunci dalam upaya klub mempertahankan posisi di papan klasemen Liga Italia. (*)

Update