Minggu, 25 Januari 2026

Chelsea Siap Lepas 7 Pemain, Cuci Gudang demi Hindari Sanksi UEFA

Berita Terkait

Pemain Chelsea. (F.Agustin Marcarian-Reuters via Imagn Images)

batampos – Chelsea tidak hanya aktif mendatangkan pemain baru pada bursa transfer musim panas 2025. Mereka harus bergerak cepat melepas sejumlah pemainnya.

Hal itu demi menghindari potensi sanksi finansial dari UEFA yang mencapai 52 juta Poundsterling atau sekitar Rp 1,1 triliun. The Blues dikabarkan tengah merancang skema cuci gudang dengan melepas tujuh pemain dalam waktu dekat.

Laporan dari Evening Standard menyebut bahwa Chelsea terbuka untuk menjual Raheem Sterling, Ben Chilwell, Axel Disasi, Armando Broja, Carney Chukwuemeka, Lesley Ugochukwu, dan Renato Veiga.

“Seluruh pemain ini disebut-sebut sudah tidak masuk rencana utama pelatih dan banyak yang musim lalu lebih sering dipinjamkan atau duduk di bangku cadangan,” tulis media tersebut.

Langkah Darurat akibat Tekanan Finansial UEFA

Keputusan drastis ini bukan tanpa alasan. Chelsea tengah berpacu dengan waktu untuk menyeimbangkan neraca keuangan setelah musim panas yang boros.

Klub asal London itu telah menghabiskan lebih dari 200 juta Poundsterling untuk mendatangkan wajah-wajah baru. Sementara itu, mereka baru melepas beberapa nama, termasuk Joao Felix ke Al-Nassr senilai 43,7 juta Poundsterling atau sekitar Rp 979 miliar.

Selain itu, bek muda Ishe Samuels-Smith juga dilaporkan akan bergabung dengan Strasbourg, klub yang masih berada di bawah naungan BlueCo, pemilik Chelsea dengan nilai transfer mencapai 6,5 juta Poundsterling atau sekitar Rp 145 miliar.

Meskipun dua penjualan ini berhasil dilakukan, laporan menyebutkan bahwa Chelsea masih dalam posisi keuangan yang genting. UEFA telah menjatuhkan denda sebesar 27 juta Poundsterling atau sekitar Rp 605 miliar akibat pelanggaran aturan pendapatan berkelanjutan dan pengendalian biaya skuad.

Apabila tidak segera memperbaiki kondisi ini, Chelsea berpotensi terkena sanksi lanjutan hingga 52 juta Poundsterling dalam empat tahun ke depan.

Tujuh Pemain yang Berpotensi Hengkang

Daftar pemain yang siap dilepas Chelsea terdiri atas beberapa nama yang sempat menjadi andalan tim. Raheem Sterling, misalnya, sebelumnya adalah rekrutan besar dari Manchester City, namun performanya kian menurun dan musim lalu dipinjamkan ke Arsenal.

Ben Chilwell, yang sempat menjadi andalan di posisi bek kiri, kini lebih sering berkutat dengan cedera. Sementara Axel Disasi dan Armando Broja belum mampu menunjukkan performa konsisten sejak bergabung.

Carney Chukwuemeka dan Lesley Ugochukwu juga gagal bersaing di tengah padatnya lini tengah The Blues. Sedangkan Renato Veiga pemain yang baru bergabung tahun ini tampaknya belum mampu mencuri perhatian pelatih.

Menurut laporan Evening Standard, para pemain ini kini disiapkan untuk dijual secara permanen agar dapat memberikan pemasukan yang signifikan bagi klub.

Di Tengah Krisis, Chelsea Masih Belanja Pemain

Yang menarik, meski berada dalam tekanan keuangan, Chelsea tetap agresif di pasar pemain. Di bawah kepemimpinan Todd Boehly, klub ini sudah mengonfirmasi delapan perekrutan anyar. Beberapa di antaranya termasuk Joao Pedro, Jamie Gittens, dan Liam Delap.

Tak hanya itu, Chelsea juga sedang dalam tahap pembicaraan lanjut untuk mendatangkan dua bintang muda paling bersinar di Eropa, bek Ajax Jorrel Hato dan gelandang serang RB Leipzig Xavi Simons.

Jorrel Hato, bek tengah berusia 18 tahun, bahkan meminta untuk tidak diturunkan oleh Ajax dalam laga uji coba melawan Como. Menurut laporan, Chelsea tengah menyiapkan tawaran sebesar 35 juta Poundsterling atau setara Rp 784 miliar untuk memboyongnya ke Stamford Bridge.

Sementara itu, Xavi Simons yang sebelumnya sempat dimiliki Paris Saint-Germain dan kini secara permanen berstatus milik Leipzig juga masuk radar Chelsea. Bakat luar biasa dan pengalaman bermain di berbagai klub top Eropa membuat Simons menjadi salah satu target prioritas.

Kendati terus aktif merekrut pemain, manajemen Chelsea sadar bahwa langkah paling penting saat ini adalah menyeimbangkan antara pembelian dan penjualan. Pembengkakan gaji pemain menjadi salah satu faktor utama yang membuat Chelsea harus bergerak cepat dalam melepas pemain.

Dalam beberapa pekan ke depan, lebih banyak nama diprediksi akan menyusul keluar demi menyelamatkan neraca keuangan klub. Upaya ini tak hanya penting untuk menghindari denda dari UEFA, tetapi juga sebagai bentuk kepatuhan jangka panjang terhadap aturan pengelolaan keuangan yang berkelanjutan.

Situasi yang dihadapi Chelsea bisa disebut sebagai konsekuensi dari kebijakan transfer masif selama dua tahun terakhir. Dalam upaya membangun kembali kejayaan klub, mereka sempat jor-joran mendatangkan pemain tanpa memperhitungkan keseimbangan struktur gaji dan proyeksi pendapatan.

Kini, dengan ancaman sanksi dari UEFA yang bisa sangat memberatkan, Chelsea harus bersikap bijak. Melepas tujuh pemain sekaligus bukan hanya sekadar strategi teknis, tetapi langkah penyelamatan finansial.

Pertanyaannya, apakah ini akan cukup untuk menyelamatkan mereka dari jeratan regulasi UEFA? Atau justru langkah ini akan membuka jalan bagi perubahan menyeluruh di tubuh Chelsea?

Yang jelas, The Blues kini berada di persimpangan penting. Antara membangun tim impian dan menjaga keberlangsungan finansial, keseimbangan menjadi kunci utama. (*)

Update