Rabu, 14 Januari 2026

Cetak 3 Gol di 3 Laga Berbeda, Ini Profil Ole Romeny

Berita Terkait

Ole Romeny bawa Timnas Indonesia ungguli Tiongkok. (Media PSSI)

batampos – Ole Romeny menorehkan sejarah baru bersama Timnas Indonesia di bawah asuhan Patrick Kluivert. Ia menjadi pemain pertama yang mencetak tiga gol di tiga laga berbeda pada Kualifikasi Piala Dunia 2026 usai bungkam perlawanan Tiongkok di Gelora Bung Karno, Kamis (5/6/2025).

Sejak debutnya, ia tak hanya sekadar tampil, penyerang naturalisasi ini langsung membuktikan kualitasnya sejak mengenakan seragam Garuda. Ketajamannya menjadi sinyal kuat kebangkitan Timnas di panggung Asia.

Romeny mencetak gol pertamanya saat Indonesia harus takluk 1-5 dari Australia di laga tandang pada 20 Maret 2025. Meski kalah, golnya menjadi satu-satunya penghibur sekaligus penegasan akan insting golnya yang tajam.

Lima hari berselang, ia kembali mencatatkan namanya di papan skor saat Indonesia menjamu Bahrain di Jakarta. Gol tunggalnya di laga itu memastikan tiga poin krusial bagi langkah Garuda menuju putaran selanjutnya.

Terbaru, Romeny kembali mencuri perhatian dengan gol penentu kemenangan atas Tiongkok pada 5 Juni 2025. Gol tersebut tak hanya memastikan kemenangan, tapi juga mengukuhkan namanya sebagai tumpuan baru lini depan Timnas.

Tiga gol di tiga laga berbeda ini menjadi bukti Romeny bukan sekadar tambahan kekuatan, tapi aset strategis dalam proyek besar Kluivert. Ia bukan hanya penyerang, tetapi simbol harapan baru bagi sepak bola Indonesia.

Nomor punggung 10 yang ia kenakan seolah menjadi pertanda dirinya memang diplot sebagai pemain penting dalam taktik Kluivert. Meski baru bergabung, peran sentralnya langsung terasa dan berdampak nyata di lapangan.

Yang membuat catatannya lebih istimewa, semua gol Romeny dicetak dari posisi striker tengah alias centre forward. Ini menunjukkan konsistensi dan efisiensi dalam mengeksekusi peluang di area vital pertahanan lawan.

Romeny bukan pemain sembarangan. Sebelum membela Indonesia, ia telah berkarier secara profesional di Eropa dan sempat mencicipi kerasnya Eredivisie bersama FC Utrecht.

Kini ia memperkuat Oxford United di Inggris, namun pilihannya untuk membela Indonesia bukan karena kehabisan tempat di Eropa. Ia dengan tegas menyatakan keinginannya untuk membela negara asal neneknya, yang berasal dari Medan, Sumatera Utara.

Kecintaannya pada tanah leluhur tercermin dari setiap wawancara dan aksinya di lapangan. Ia bermain dengan gairah, bukan sekadar menjalani tugas, tapi membawa misi personal yang menyentuh hati banyak penggemar.

Keputusan berganti kewarganegaraan bukan langkah instan. Itu adalah hasil dari perjalanan panjang, pertimbangan matang, dan dorongan batin untuk memperkuat Merah Putih.

Di bawah asuhan Patrick Kluivert, Timnas Indonesia kini memasuki era baru yang lebih modern dan terstruktur. Dan Romeny hadir sebagai pion utama dalam transformasi skuad Garuda ke level yang lebih tinggi.

Pola permainan ofensif Kluivert membutuhkan striker yang tidak hanya tajam, tetapi juga cerdas membaca ruang dan bisa bekerja dalam sistem. Romeny memenuhi semua kriteria tersebut, bahkan lebih.

Tak hanya kontribusi dalam mencetak gol, ia juga aktif membangun koneksi permainan dengan rekan-rekan setimnya. Visi bermainnya memberi dimensi baru pada serangan Timnas Indonesia.

Romeny pun tak butuh waktu lama untuk mendapatkan tempat di hati suporter. Sikapnya yang rendah hati dan performa maksimalnya langsung membangkitkan antusiasme publik sepak bola Tanah Air.

Momen gol ke gawang Bahrain yang disambut riuh stadion GBK menjadi salah satu highlight terbaik sejauh ini. Itu adalah momen yang membuat banyak orang percaya Timnas kini punya senjata baru yang bisa diandalkan.

Kemenangan atas Tiongkok menjadi puncak performa awalnya yang mengesankan. Ia mencetak gol pada menit-menit akhir yang membuat seluruh stadion bergemuruh dan menegaskan mentalitas juara.

Romeny adalah contoh nyata bagaimana proses naturalisasi bisa berhasil bila dilakukan dengan selektif dan penuh visi. Ia datang bukan sebagai “pemain titipan”, tetapi sebagai sosok yang memang dibutuhkan oleh tim.

Patrick Kluivert pun tak ragu memberikan kepercayaan penuh kepadanya di lini depan. Dan Romeny menjawabnya dengan performa konsisten, mental kuat, serta gol-gol penentu kemenangan.

Ia kini menjadi striker utama Timnas Indonesia yang tak tergantikan. Ketajamannya memberi warna baru dalam upaya Indonesia merebut tiket ke Piala Dunia 2026.

Tiga gol dalam tiga laga berbeda bukan catatan biasa. Itu adalah simbol dari kesiapan, kualitas, dan karakter Romeny sebagai pemain besar.

Fakta ini menjadikannya sebagai pemain pertama di era Kluivert yang mencatatkan rekor gol impresif tersebut. Sebuah pencapaian yang tidak hanya penting secara individu, tetapi juga memperkuat narasi Indonesia sedang dalam jalur kebangkitan.

Bersama pemain-pemain muda lainnya, Romeny menjadi harapan baru yang bisa mengubah sejarah Timnas. Ia adalah puzzle penting yang selama ini dicari: penyerang yang mampu mengubah peluang menjadi gol.

Dengan perjalanan yang masih panjang di Kualifikasi Piala Dunia 2026, publik tentu berharap lebih banyak dari sosok Ole Romeny. Namun sejauh ini, ia sudah membuktikan dirinya pantas mendapat tempat di hati rakyat Indonesia.

Tiga gol, tiga laga, satu harapan: membawa Indonesia ke panggung dunia. Dan semua itu kini dimulai dari kaki Ole Romeny, striker kebanggaan Merah Putih. (*)

Update