
batampos – Carlos Alcaraz menorehkan sejarah besar di dunia tenis setelah menjadi pemain termuda yang menyelesaikan Grand Slam karier. Prestasi itu diraih usai petenis Spanyol tersebut menaklukkan Novak Djokovic dengan skor 3-1 set pada final tunggal putra Australian Open di Melbourne Park, Australia, Minggu (1/2) waktu setempat.
Kemenangan tersebut sekaligus mengantarkan Alcaraz meraih gelar Australian Open pertamanya, serta menggagalkan ambisi Djokovic untuk merebut gelar Grand Slam ke-25 sepanjang kariernya.
Meski sempat kesulitan di awal laga akibat pengalaman dan tekanan permainan Djokovic, Alcaraz mampu keluar dari situasi krusial. Dua kali kehilangan servis pada fase awal tidak membuatnya kehilangan fokus. Petenis berusia 22 tahun itu tampil tenang dan konsisten hingga akhirnya menutup pertandingan dengan kemenangan meyakinkan dalam laga yang berlangsung ketat dan menegangkan.
Dengan hasil tersebut, Alcaraz menjadi petenis pertama yang mampu mengalahkan Djokovic di final Australian Open. Sebelumnya, petenis asal Serbia itu selalu menang dalam 10 final yang dijalaninya di Melbourne.
Kemenangan ini semakin menegaskan kapasitas Alcaraz sebagai juara sejati, terlebih setelah ia lebih dulu melewati semifinal dramatis lima set melawan Alexander Zverev—salah satu pertandingan terpanjang dalam sejarah Australian Open yang diwarnai enam tiebreak.
Dalam perjalanan menuju partai puncak, Alcaraz juga tampil dominan dengan menyingkirkan Alex de Minaur di perempat final melalui straight set 7-5, 6-2, 6-1. Sebelumnya, ia mengalahkan Tommy Paul, Corentin Moutet, Yannick Hanfmann, dan Adam Walton.
Gelar ini membuat rekor pertemuan Alcaraz dan Djokovic kini imbang 5-5, sekaligus menandai pergeseran era di dunia tenis putra. Dominasi “Tiga Besar” — Djokovic, Rafael Nadal, dan Roger Federer — kian memudar, dengan Alcaraz bersama generasi baru seperti Jannik Sinner mulai mengambil alih panggung utama.
Lebih dari sekadar gelar, Alcaraz mencatatkan tonggak bersejarah dengan menyelesaikan Grand Slam karier pada usia 22 tahun 272 hari. Ia menjadi pria termuda di Era Terbuka yang menjuarai keempat turnamen Grand Slam, melampaui rekor Rafael Nadal yang sebelumnya menyelesaikan pencapaian serupa pada usia 24 tahun 101 hari.
Alcaraz juga mematahkan rekor sepanjang masa milik Don Budge, yang meraih Grand Slam karier pada usia 22 tahun 363 hari pada 1938, sebelum Era Terbuka dimulai. (*)
