Selasa, 27 Januari 2026

Buntut Insiden Baku Hantam Enzo Fernandez dan Richard Rios di Piala Dunia Antarklub 2025, Chelsea Terancam Denda Rp4,7 M

Berita Terkait

Kapten Chelsea Enzo Fernandez. (dok. FIFA)

batampos – Klub Premier League Chelsea terancam sanksi denda besar dari FIFA. Itu menyusul insiden panas antara gelandang mereka Enzo Fernandez dan pemain Palmeiras Richard Rios dalam laga perempat final Piala Dunia Antarklub 2025.

Insiden tersebut berpotensi membuat The Blues harus merogoh kocek hingga 250 ribu Poundsterling atau setara 4,7 miliar Rupiah. Bentrok antar pemain itu terjadi dalam laga ketat di Lincoln Financial Field Stadium pada Jumat (4/7), saat Chelsea menang 2-1 atas Palmeiras. Suasana laga memanas sejak awal, hingga akhirnya memuncak dalam konfrontasi keras antara Fernandez dan Rios.

Dalam momen memanas itu, kedua pemain nyaris terlibat adu fisik terbuka sebelum dipisahkan rekan setim masing-masing. Anehnya, wasit yang memimpin pertandingan tidak mengeluarkan satu pun kartu meski tensi insiden sangat tinggi.

Mantan wasit FIFA ternama Keith Hackett mengkritik keras keputusan tersebut dan menyebut bahwa seharusnya minimal ada dua kartu kuning yang dikeluarkan.

“Ada protokol yang sangat jelas. Ketika terjadi konfrontasi, wasit harus bertindak cepat. Bahkan, untuk menghindari provokasi, kartu sebaiknya ditunjukkan di ketinggian lutut. Tidak ada kartu yang keluar, itu kegagalan,” ujar Hackett kepada Football Insider.

Potensi Denda Kolektif, Chelsea dan Palmeiras Terancam

Menurut Hackett, kedua klub bisa dikenai dakwaan gagal mengontrol pemain, pelanggaran kolektif yang biasa dikenakan FIFA untuk insiden semacam ini dalam kompetisi internasional. Jika dakwaan terbukti, Chelsea dan Palmeiras bisa dikenai denda hingga 250 ribu Poundsterling.

“FIFA biasanya menyesuaikan dengan standar Premier League dan liga-liga top lainnya. Denda semacam ini bukan hal baru,” lanjut Hackett.

Dia juga menyebut bahwa reputasi dan rekam jejak kedisiplinan klub bisa menjadi faktor pemberat atau peringan dalam penentuan sanksi. Untuk Palmeiras, ini mungkin menjadi pelajaran pertama setelah gugur dari turnamen. Namun bagi Chelsea, situasinya lebih kompleks.

Chelsea Sudah Punya Catatan Buruk di Turnamen Ini

Masalah disiplin bukan hal baru bagi The Blues dalam Piala Dunia Antarklub 2025. Sebelumnya, penyerang mereka Nicolas Jackson sudah dijatuhi hukuman larangan dua pertandingan usai insiden kontra Flamengo di babak grup.

Dengan insiden itu masih segar dalam catatan, FIFA bisa saja menjatuhkan hukuman lebih berat bagi Chelsea.

“Ada kemungkinan Chelsea dihukum lebih keras karena mereka sudah dianggap berulang melakukan pelanggaran dalam satu turnamen,” kata Hackett.

Bahkan jika sanksi kartu terhadap pemain tidak dijatuhkan secara individual, klub tetap bisa dikenai hukuman finansial karena kegagalan menjaga situasi di lapangan tetap terkendali.

Lolos ke Semifinal, tapi Masih Diliputi Bayang-Bayang Sanksi

Chelsea sendiri lolos ke semifinal setelah menang dramatis atas Palmeiras. Laga itu berlangsung sengit dengan Palmeiras sempat menyamakan kedudukan melalui Estevao, sebelum akhirnya gol bunuh diri kiper Weverton di menit akhir memberi kemenangan bagi The Blues.

Namun keberhasilan itu kini dibayangi ancaman sanksi. Seluruh laporan pertandingan, termasuk potensi pelanggaran disiplin, tengah ditelaah oleh departemen disiplin FIFA, dan keputusan resmi bisa keluar sebelum laga semifinal Chelsea melawan Fluminense digelar.

Pihak Chelsea belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai insiden tersebut. Manajemen klub juga belum menanggapi permintaan klarifikasi dari media Inggris terkait potensi sanksi denda dan status Enzo Fernandez.

Pelatih baru mereka, Enzo Maresca, yang sedang membentuk ulang skuad untuk musim baru, tentu tak ingin perhatian tim teralihkan oleh isu non-teknis seperti ini. Namun dengan FIFA yang tengah menyelidiki insiden tersebut, Chelsea kemungkinan besar tak bisa menghindar dari tanggung jawab kolektif.

Catatan Disiplin Jadi PR Maresca

Bagi Maresca, kasus ini bisa menjadi early warning tentang pentingnya pengendalian emosi pemain di lapangan. Terlebih, Chelsea musim ini dipenuhi banyak pemain muda yang masih minim pengalaman di ajang besar.

Selain itu, banyaknya pergantian pemain dan perubahan struktur dalam klub membuat transisi Chelsea berjalan cukup liar, termasuk dari sisi pengendalian emosi dan disiplin pemain.

Jika benar-benar dijatuhi sanksi, denda tersebut mungkin tidak terlalu signifikan bagi keuangan klub sebesar Chelsea. Namun secara reputasi dan psikologis, hal ini bisa menjadi noda yang mengganggu fokus tim dalam kompetisi internasional.

FIFA Diprediksi Keluarkan Keputusan dalam Waktu Dekat

Keputusan resmi FIFA terkait insiden ini diperkirakan keluar sebelum semifinal digelar. Jika Enzo Fernandez dijatuhi sanksi individual, Maresca harus segera mencari solusi di lini tengah. Fernandez selama ini menjadi andalan dalam mengatur tempo permainan Chelsea.

Palmeiras sendiri kini sudah angkat koper dari turnamen, tapi kemungkinan besar masih harus menunggu sanksi tambahan dari FIFA jika ditemukan adanya pelanggaran lanjutan dalam laporan pertandingan. (*)

Update