
batampos – Serangan militer gabungan Israel-Amerika Serikat (AS) yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, merembet langsung ke Piala Dunia 2026.
Timnas Iran tengah mempertimbangkan untuk mundur dalam ajang yang tahun ini diselenggarakan di Kanada, AS, dan Meksiko pada 12 Juni sampai 20 Juli tersebut.
Hal itu diungkapkan Presiden Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) Mehdi Taj setelah adanya serangan udara Israel-AS ke sejumlah kota Iran, termasuk Teheran, pada Sabtu (28/2).
”Dengan apa yang terjadi hari ini dan dengan serangan dari Amerika Serikat tersebut, kecil kemungkinan kami bisa menatap Piala Dunia,” ungkapnya di televisi Tehran seperti dikutip dari Marca.
Lebih lanjut, Taj mengkonfirmasi bahwa kompetisi domestik telah dihentikan sementara. Untuk keputusan akhir soal partisipasi di Piala Dunia 2026, tetap berada di tangan otoritas olahraga (pemerintah) di Iran.
”Para petinggi olahraga yang harus memutuskan soal itu,” katanya.
Di Piala Dunia 2026, Iran tergabung di grup G. Mehdi Taremi dkk dijadwalkan menghadapi Selandia Baru (16 Juni) serta Belgia (22 Juni) di Los Angeles, sebelum melawan Mesir (27 Juni) di Seattle. Ketiga laga tersebut berlangsung di wilayah AS.
Terpisah, FIFA menyatakan masih memantau perkembangan situasi global. ”Kami perlu mengadakan pertemuan-pertemuan (untuk mencari solusi, Red) dan terlalu dini untuk berkomentar,” kata Sekretaris Jenderal FIFA Mattias Grafstrom dikutip dari The Athletic disela pertemuan International Football Association Board (IFAB) di Wales.(*)
