
batampos – China Open 2025 jadi pengalaman kali kedua bagi Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nataniel Pasaribu mengikuti turnamen level Super 1000. Meski ‘minim pengalaman’ di level tertinggi, tapi pasangan ganda campuran Indonesia itu sukses menembus babak semifinal.
Jafar/Felisha, yang turun dengan status non-unggulan, Jumat (25/7), mengalahkan peringkat ketiga dunia Tang Chun Man/Tse Ying Suet 21-13, 18-21, 21-17.
Mereka membutuhkan waktu 1 jam 9 menit untuk mengalahkan wakil Hong Kong tersebut di Olympic Sports Centre Gymnasium, Changzhou, Tiongkok.
Seusai laga, Felisha mengungkapkan bahwa ketenangan jadi kunci. Di set penentu, atlet 20 tahun itu juga mencoba mengingatkan Jafar, yang berusia empat tahun lebih tua.
“Tadi di game ketiga kami sempat kehilangan 3-4 poin beruntun karena drive-drive Jafar banyak out. Lalu saya bilang ke dia untuk lebih tenang,” kata Felisha.
Aspek ketenangan itu sebelumnya jadi salah satu evaluasi utama bagi Jafar/Felisha. Dalam dua turnamen sebelumnya di Japan Open (Super 750) dan Indonesia Open (Super 1000), mereka baru menembus babak 16 besar.
“Ini yang kami pelajari dari pertandingan-pertandingan sebelumnya, harus bisa meningkatkan ketenangan,” kata Felisha.
Setelah berhasil menembus semifinal Super 1000 pertamanya, Jafar/Felisha merasa tidak ada beban. Pasangan yang akhir tahun lalu masih terjun di level BWF Grade 3 di International Challenge Surabaya itu akan menghadapi unggulan kedua asal Tiongkok, Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin.
“Kami harus yakin walau tetap nothing to lose. Sudah di semifinal, tidak ada yang harus ditakutkan, harus berani,” tegas Felisha.
Sementara itu, langkah tunggal putri Indonesia Gregoria Mariska Tunjung harus terhenti di babak perempat final.
Atlet kelahiran 11 Agustus 1999 itu, kemarin kalah dua set langsung 19-21, 18-21 dari wakil tuan rumah Han Yue. Meski pernah meraih empat kali kemenangan menghadapi Han Yue, tapi Gregoria selalu keok dalam tiga pertemuan terakhir. (*)
