Sabtu, 24 Januari 2026

Bruno Fernandes dan Joao Neves Hattrick, Portugal Libas Armenia 9-1

Berita Terkait

Selebrasi Joao Neves setelah cetak hattrick. (AP Photo)

batampos – Portugal lolos menuju gelaran Piala Dunia 2026 tanpa Cristiano Ronaldo. Portugal menang telak 9-1 di laga terakhir atas Armenia pada Minggu (16/11) malam WIB, di Stadion Dragao.

Cristiano Ronaldo absen dalam laga ini karena skorsing. Absennya sang mega bintang, Selecao das Quinas malah memastikan tiket untuk tampil di Piala Dunia keenam bagi CR7 yang memecahkan rekor bersama rivalnya Lionel Messi.

Peraih Ballon d’Or lima kali ini akan berusia 41 tahun saat turnamen akbar antar negara itu dimulai pada Juni. Ronaldo baru-baru ini mengatakan bahwa itu akan menjadi kesempatan terakhirnya untuk memenangkan satu-satunya gelar yang belum diraihnya.

Dengan asumsi kebugarannya masih terjaga, pemain Al Nassr itu diperkirakan akan menjadi bagian dari skuad Roberto Martinez. Ronaldo dilarang tampil hingga dua pertandingan setelah dikeluarkan dari lapangan dalam kekalahan Portugal 0–2 dari Irlandia pada pertengahan pekan.

Kekalahan mengejutkan itu membuat tim nasional Portugal harus mengalahkan Armenia untuk memastikan mengamankan puncak grup F di kualifikasi. Hasilnya dua hattrick dari Bruno Fernandes dan Joao Neves menghiasi kemenangan besar Selecao das Quinas.

“Hari ini kami melihat tim kami (Portugal) kembali ke performa terbaiknya, berkomitmen, suportif, dan menjalankan rencana permainan dengan sangat baik,” ujar sang juru taktik berusia 52 tahun itu kepada penyiar RTP.

Tujuh menit laga berjalan, tuan rumah sudah unggul melalui Renato Veiga menerima bola muntah hasil tepisan Henri Avagyan, hasil sepakan Bruno Fernandes yang gagal diantisipasi dengan baik.

Secara mengejutkan, sepuluh menit berselang, The Armenians mampu menyamakan kedudukan. Dari sisi kanan Grant-Leon Ranos berhasil melewati Joao Cancelo dan melesat maju sebelum mengirimkan bola ke kotak penalti, yang disambut Eduard Spertsyan.

Setelah skor sempat 1–1, hujan gol untuk kubu tuan rumah datang. Dimulai dari Goncalo Ramos yang berhasil memanfaatkan salah umpan bek Armenia. Kemudian brace Joao Neves, ditutup dengan sepakan pinalti Bruno Fernandes membuat babak pertama berakhir dengan 5–1.

Enam menit babak kedua, Bruno menambah jarak keunggulan setelah memanfaatkan umpan Ramos, tendangan rendahnya membuat Avagyan memungut bola keenam kalinya dari jala gawang.

Gol ketujuh Portugal datang di menit ke-71, menandai hattrick gelandang Manchester United itu, pinalti kedua dalam laga ini berhasil dieksekusi dengan sempurna yang semakin menenggelamkan tim tamu.

Neves menyusul juga mencetak hattrick kedua laga ini. Umpan silang Bruno berhasil diterima Semedo, dan wonderkid Paris Saint-Germain yang didekatnya, tak ragu untuk menyambar tendangan dari jarak dekat.

Winger Juventus tak mau ketinggalan pesta, menutup kemenangan 9-1 lewat Francisco Conceicao. Sepakan terukurnya yang menusuk sudut bawah gawang melengkapi pembantaian ini pada menit ke-92.

Kemenangan besar ini sukses menepis keraguan semua pengamat olahraga ini usai Porugal menelan kekalahan mengejutkan pada pertandingan sebelumnya di kandang Irlandia yang memaksa, mereka berjuang hingga laga terakhir ini.

Dengan kemenangan ini, Selecao das Quinas tetap menjadi pemuncak klasemen grup F mengoleksi 13 poin dari empat kemenangan, satu kali imbang dan kalah, serta mencetak total 20 gol dan kebobolan tujuh kali. (*)

Update