
batampos – Galatasaray mempermalukan Liverpool dengan unggul tipis pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions dalam pertandingan di Stadion Rams Park.
Pelatih Galatasaray Okan Buruk mengatakan timnya kini mengalihkan fokus ke leg kedua babak 16 besar Liga Champions menghadapi Liverpool di Stadion Anfield, Liverpool, Rabu pekan depan, dikutip dari Antara.
“Kini kami fokus pada ujian besar di depan. Saya selalu percaya kepada pemain-pemain saya,” ujar Okan Buruk dalam laman UEFA pada Rabu (11/3).
“Bermain melawan tim seperti Liverpool selalu sulit sekali karena mereka tim berkualitas tinggi dan dapat memanfaatkan setiap kesalahan yang Anda buat,” tambah Buruk.
Pada pertandingan leg pertama, Galatasaray menang 1-0 berkat gol cepat Mario Lemina. Kemenangan ini membuat Galatasaray hanya perlu imbang ketika bertandang ke Stadion Anfield.
Sebelunya, pada pertandingan fase liga, Galatasaray juga menang 1-0 di Stadion Rams Park berkat penalti Victor Osimhen.
“Skornya mirip dengan pertandingan pertama, tapi jalan pertandingan tidak sama seperti yang pertama. Liverpool adalah klub besar, penuh dengan pemain berkualitas,” kata Buruk.
Kekalahan Liverpool dari Galatasaray di leg pertama babak 16 besar Liga Champions ini tidak hanya menyisakan kekecewaan soal hasil, tetapi juga memunculkan kontroversi mengenai keputusan wasit.
Melansir Liverpool Echo, pelatih The Reds, Arne Slot, secara terbuka mengungkapkan ketidakpuasannya terhadap beberapa keputusan penting yang terjadi sepanjang pertandingan.
Liverpool kalah 1-0 setelah Mario Lemina mencetak gol melalui sundulan di menit ketujuh. Meski tertinggal lebih dulu, tim tamu sebenarnya sempat merasa telah menemukan gol penyeimbang di babak kedua.
Momen itu terjadi pada menit ke-71 ketika bola dari sepak pojok Dominik Szoboszlai berhasil masuk ke gawang. Namun setelah pemeriksaan VAR yang cukup lama, gol tersebut dianulir karena Ibrahima Konate dianggap melakukan handball dalam prosesnya.
Di luar keputusan itu, Slot juga merasa Liverpool seharusnya mendapatkan penalti setelah Virgil van Dijk dijatuhkan di kotak penalti. Ia bahkan menduga suasana stadion yang sangat riuh ikut memengaruhi keputusan wasit.
“Di Premier League, banyak hal yang diperbolehkan dibandingkan di Liga Champions,” kata pelatih kepala The Reds. “Itulah mengapa saya sangat terkejut itu bukan penalti.”
Menurut Slot, inkonsistensi keputusan juga terlihat dari beberapa situasi lain selama pertandingan.
“Dalam semua insiden lain di mana dia mengira melihat sesuatu ketika kami melakukan pelanggaran dan begitu cepat meniup peluitnya dan memberi Galatasaray tendangan bebas.”
“Lalu, sungguh sangat mengejutkan bahwa wasit yang sama dalam insiden lain ketika terjadi pelanggaran mengatakan dia akan menerimanya sepenuhnya. Tetapi jika Anda melihat keseluruhan 90 menit, saya rasa saya tidak bisa terkejut dengan keputusan itu.”
Ia juga menyoroti bagaimana setiap situasi bola mati sering berakhir dengan pelanggaran yang justru diberikan kepada tim tuan rumah.
“Setiap tendangan bebas dan tendangan sudut yang kami ambil, bahkan jika kami hanya melihat pemain Galatasaray, wasit sudah memberikan tendangan bebas untuk Galatasaray.
“Jika Anda melihat seberapa banyak mereka menarik baju Virgil sebelum bola mengenai lengan Ibou, maka dapat dipastikan bahwa kami bukan satu-satunya yang terkesan dengan suasana di sini hari ini.”
Gol Lemina sendiri datang dari situasi bola mati, sesuatu yang sebenarnya jarang terjadi pada Liverpool di Liga Champions dalam beberapa tahun terakhir.
“Jika Anda belum kebobolan dari bola mati dalam dua tahun di Liga Champions, itu menunjukkan bahwa Anda melakukan pekerjaan Anda dengan cukup baik.
“Saya memberikan pujian kepada Galatasaray, mereka bermain bagus dan (Victor) Osmihen bermain baik dan Lemina bereaksi paling cepat. Tapi itu tidak berarti kita buruk dalam bertahan dari bola mati.”
Meski kecewa dengan beberapa keputusan yang terjadi di Istanbul, Slot tetap optimistis timnya bisa membalikkan keadaan pada leg kedua nanti. Apalagi pertandingan berikutnya akan digelar di Anfield dengan dukungan penuh para penggemar Liverpool.
“Kami akan mendapatkan bola mati di Anfield dan kami akan diizinkan untuk menyerang bola karena bahkan saat berlari ke dalam kotak penalti pun terjadi pelanggaran terhadap kami.
“Semoga kita bisa mencetak gol di pertandingan kandang.” (*)
