batampos.co.id – Ada kelegaan di hati para pebulu tangkis pelatnas Indonesia begitu mereka tiba di Bali. Kini mereka sudah berada di negeri sendiri. Meski, rasa lelah belum benar-benar hilang setelah menjalani rentetan tur kejuaraan Eropa sejak 21 September lalu. Karena itu, salah satu tantangan yang harus dihadapi adalah melawan lelah.
Bintang-bintang badminton tanah air baru tiba dari Eropa pada Selasa (9/11). Total, mereka berada di Benua Biru selama tujuh minggu. Kejuaraan yang mereka ikuti di sana mulai Piala Sudirman di Vantaa, Finlandia; Piala Thomas dan Uber di Aarhus, Denmark; Denmark Open di Odense; Prancis Open di Paris; hingga Hylo Open di Saarbrucken, Jerman, yang baru selesai 7 November lalu.
“Sebulan setengah di Eropa ndak gampang juga. Sangat melelahkan. Baru kali ini kami merasakan. Biasanya maksimal tiga minggu,” ucap Nova Widianto, pelatih ganda campuran bulu tangkis pelatnas Indonesia, kemarin.
Terlebih, sesampai di tanah air, mereka tidak istirahat. Tiga agenda besar bulu tangkis di negeri sendiri langsung menyambut. Seluruh atlet saat ini sudah berada di Nusa Dua, Bali, untuk menjalani karantina sebelum Indonesia Masters yang start, Selasa (16/11). Jadi, mereka hanya memiliki jeda waktu sehari sebelum berangkat ke Bali setelah tiba dari Eropa.
“Kondisinya memang seperti ini, harus dihadapi. Mayoritas atlet di sini mengalami hal yang sama,” ucap Nova yang meraih medali perak Olimpiade Beijing 2008 bersama Liliyana Natsir.
Kemarin para atlet Indonesia sudah menjalani latihan perdana di area gelembung Indonesia Badminton Festival di The Westin Resort, Nusa Dua, Bali. Sebagian mengaku masih kelelahan. Kondisi jet lag juga masih mengganggu.
“Masih kaku-kaku. Hari ini (kemarin, red) kami fokus mengembalikan kondisi dulu,” ucap Mohammad Ahsan, pemain ganda putra Indonesia.
Hal senada diucapkan pasangannya, Hendra Setiawan. Selain masih cukup lelah, peraih emas Olimpiade Beijing 2008 itu mengaku masih jet lag. Tidurnya juga masih kerap terganggu. “Semoga hari-hari besok sudah lebih baik,” ucap Hendra.
Melati Daeva Oktavianti, pemain ganda campuran Indonesia, menyebut jet lag juga membuatnya masih sedikit pusing. Karena itu, pasangan Praveen Jordan di ganda campuran itu mengatakan latihan perdana kemarin hanya diisi latihan-latihan ringan untuk program pemulihan.
“Kadang tidur tiba-tiba masih kebangun jam empat pagi. Terus gak bisa tidur lagi. Masih puyeng,” ucapnya.
Nova menyebut kondisi jet lag harus dilawan. Untuk menyiasati itu, pelatih 44 tahun tersebut meminta atletnya tidak tidur di siang hari. Harapannya, saat malam para atlet bisa tidur lebih pulas. Dengan itu, jet lag mereka cepat hilang.
“Siang kalau ngantuk saya minta ditahan. Cari kegiatan lain. Nge-gym misalnya. Dimanfaatkan fasilitas yang ada di sini,” ucap Nova.
Pemain ganda putra Indonesia Fajar Alvian menyebut jadwal kompetisi padat seperti saat ini malah membuatnya bahagia. Pasangan Muhammad Rian Ardianto tersebut berharap dirinya bisa meraih hasil maksimal di Bali meski baru menjalani tur Eropa yang melelahkan.
“Tampil di rumah sendiri selalu mendatangkan motivasi lebih. Mending capek kompetisi seperti ini daripada seperti tahun lalu yang tidak ada kompetisi. Itu lebih ndak enak,” ucap pemain yang kini menduduki ranking ketujuh dunia ganda putra tersebut. (*)
Reporter: Jpgroup
