
batampos – Pelatih Manchester United, Ruben Amorim, mengakui timnya kekurangan kreativitas saat ditahan imbang 1-1 melawan Wolverhampton Wanderers pada pekan ke-19 Liga Inggris. Laga tersebut berlangsung di Old Trafford, Rabu (31/12) dini hari.
Hasil imbang ini menjadi salah satu penampilan mengecewakan lainnya bagi Setan Merah di bawah asuhan Amorim. Di sisi lain, hasil tersebut memberikan poin pertama bagi Rob Edwards sebagai pelatih kepala Wolves dalam delapan pertandingan terakhirnya, meski tim tamu masih terpuruk di dasar klasemen.
Manchester United sempat unggul lebih dulu pada menit ke-27. Tendangan Joshua Zirkzee membentur bek Wolves, Ladislav Krejci, sebelum masuk ke gawang yang dikawal Jose Sa.
Namun, saat United berupaya mencatatkan clean sheet beruntun untuk pertama kalinya, Wolves berhasil menyamakan kedudukan. Bola sapuan Zirkzee yang kurang sempurna justru mengarah ke Krejci, yang memanfaatkannya untuk mencetak gol balasan menjelang akhir babak pertama.
Skor imbang 1-1 bertahan hingga pertandingan usai. Hasil ini membuat Manchester United gagal memanfaatkan peluang untuk naik ke zona empat besar klasemen.
Usai laga, Amorim mengakui timnya mengalami kesulitan sepanjang pertandingan, terutama dalam membangun permainan.
“Kami tahu ini akan menjadi pertandingan yang berbeda dibandingkan dengan laga melawan Newcastle pekan lalu,” ujar pelatih berusia 40 tahun tersebut.
Menurut Amorim, Wolves tampil dengan pendekatan yang lebih defensif sehingga menuntut pemain United bekerja lebih keras untuk membongkar pertahanan lawan.
“Kelancaran permainan tidak ada karena kurangnya koneksi antar pemain,” katanya.
Ia menambahkan, saat lawan menumpuk pemain di belakang bola, dibutuhkan imajinasi dan kualitas lebih untuk memainkan permainan dengan cara yang berbeda.
“Kami kekurangan kualitas itu. Para pemain sudah berusaha, tetapi kami tidak bermain bagus. Ketika tidak bermain bagus, Anda akan kesulitan, bahkan tanpa bola. Kami harus bangkit di laga berikutnya,” pungkas Amorim. (*)
