Minggu, 1 Maret 2026

Bapuknya Manchester United, Disingkirkan Grimsby Town Lewat Adu Penalti

Berita Terkait

Grimsby Town Singkirkan Manchester United Lewat Adu Penalti (Foto: Ig @manchesterunited)

batampos – Manchester United mengalami malam yang mengecewakan di Piala Carabao setelah tersingkir oleh Grimsby Town dalam adu penalti dramatis di Blundell Park.

Kekalahan ini tidak hanya memupus harapan cepat meraih trofi, tetapi juga menambah tekanan pada manajer Ruben Amorim yang belum membawa stabilitas ke timnya.

Babak Pertama Penuh Kesalahan

Pertandingan baru berjalan 22 menit ketika gawang United kebobolan lewat tembakan Charles Vernan. Sepakan tersebut seharusnya bisa diantisipasi, tetapi Andre Onana gagal menjaga tiang dekatnya.

Delapan menit kemudian, kesalahan lebih fatal terjadi. Onana gagal meninju bola dengan bersih dari sebuah umpan silang, membuat Tyrell Warren memanfaatkannya menjadi gol kedua.

Dua error di 30 menit awal membuat tim tamu berada dalam posisi sulit dan menimbulkan keraguan besar pada kepercayaan diri mereka.

Alan Smith dari Sky Sports menyebut melihat penampilan Onana seperti melihat tayangan kecelakaan mobil beruntun, menyoroti bagaimana rasa gugup sang kiper menular ke lini pertahanan.

Upaya Kebangkitan dan Gol Penyeimbang

Meski tertinggal, United mencoba bangkit di babak kedua. Bryan Mbeumo yang masuk sebagai pemain pengganti membawa energi baru. Pada menit ke-63, ia memperkecil ketertinggalan dengan tendangan kerasnya, mencetak gol pertamanya untuk klub.

Tiga menit sebelumnya, Grimsby sempat mencetak gol ketiga melalui Cameron Gardner, tetapi dianulir karena offside. Keputusan ini menjadi momen penting karena memberi napas tambahan bagi United untuk kembali menekan.

Tekanan berbuah hasil pada menit ke-88 ketika Harry Maguire menyamakan kedudukan melalui sundulan setelah sepak pojok. Pertandingan berlanjut ke adu penalti dengan skor 2-2 hingga waktu normal berakhir.

Adu Penalti Panjang dan Kejatuhan United

Adu penalti menjadi penutup laga yang menegangkan. Kedua tim mengeksekusi total 26 tendangan dalam drama yang terasa tidak berakhir.

Bryan Mbeumo, yang sebelumnya menyelamatkan United, menjadi pesakitan setelah gagal pada percobaan krusial.

Kegagalan itu memastikan Grimsby melaju ke babak berikutnya, sekaligus mengirim Manchester United pulang dengan rasa malu mendalam.

Amorim: Masalah Lebih Besar dari Sekadar Kiper

Ruben Amorim menolak menyalahkan Onana sepenuhnya. Dalam wawancara usai laga, ia menekankan bahwa kekalahan ini mencerminkan masalah yang lebih luas.

“Ini bukan tentang kipernya saja, tapi tentang segalanya,” ujarnya kepada Sky Sports.

“Kami kehilangan intensitas sejak awal pertandingan, kehilangan arah permainan, dan itu terlihat jelas sepanjang laga. Para pemain sudah berbicara lantang melalui performa hari ini.”

Amorim meminta maaf kepada para penggemar, mengakui performa tim tidak sesuai ekspektasi, dan berjanji akan memperbaiki keadaan sebelum jeda internasional usai.

Bagi Grimsby Town, kemenangan ini bukan hanya hasil besar di atas kertas, tetapi juga momen bersejarah bagi klub dan komunitasnya.

Pelatih David Artell menyebut para pemainnya luar biasa. “Kami menghadapi tim besar dengan manajer hebat, tetapi para pemain menunjukkan kerja sama yang luar biasa,” jelasnya.

“Sejujurnya, kami seharusnya menang dalam 90 menit dan tidak perlu sampai adu penalti sepanjang ini,” katanya kepada Sky Sports.

Kekalahan ini mempertegas bahwa United masih jauh dari stabilitas. Dengan tidak adanya kompetisi Eropa musim ini, Piala Carabao seharusnya menjadi jalur tercepat untuk meraih trofi. Kini, peluang itu sirna lebih cepat dari perkiraan.

Tekanan terhadap Amorim semakin besar, sementara penampilan Onana akan terus menjadi bahan perdebatan hingga ia mampu membuktikan diri di laga-laga berikutnya. (*)

Update