Minggu, 25 Januari 2026

Arsenal vs Chelsea Bermain Imbang, Mikel Merino Yakin Moises Caicedo Pantas Kartu Merah

Berita Terkait

Pemain Arsenal Mikel Merino. (Instagram.com/arsenal)

batampos – Arsenal bermain imbang 1-1 dengan Chelsea pada Senin (1/12) dini hari. Pada laga itu, Mikel Merino yakin Moises Caicedo pantas menerima kartu merah di babak pertama atas tekel yang digambarkan sebagai mengerikan.

Caicedo menerima kartu kuning pertamanya di Liga Inggris pada menit ke-38 di Stamford Bridge akibat tekel kerasnya terhadap Merino. Awalnya wasit menganggap sebagai pelanggaran kartu kuning. Akan tetapi, setelah peninjauan VAR, wasit Anthony Taylor mengubah keputusannya menjadi kartu merah.

Tapi meski kekurangan satu pemain, tim Enzo Maresca unggul lebih dulu setelah jeda. Trevoh Chalobah dengan gemilang menyundul umpan Reece James yang melewati David Raya.

Arsenal membalas tepat sebelum satu jam ketika Merino melompat tinggi untuk menyambut umpan silang Bukayo Saka. Namun, kedua tim gagal mencetak gol kemenangan.

Caicedo adalah pemain Chelsea ketujuh yang menerima kartu merah saat melawan Arsenal di Liga Inggris. Merino yakin keputusan yang tepat dibuat para wasit.

“Saya merasa pergelangan kaki saya terkilir sepenuhnya, tapi untungnya, pergelangan kaki dan tubuh saya sangat lincah. Saya tahu itu tekel yang mengerikan, dan itu akan menjadi kartu merah,” kata Merino kepada Sky Sports.

Merino seharusnya bisa membawa The Gunners menang di menit-menit akhir, tetapi usahanya digagalkan Robert Sanchez. Arsenal tidak mampu memanfaatkan keunggulan jumlah pemain mereka.

Mereka mencatatkan total gol yang diharapkan (xG) sebesar 1,26 dari delapan tembakan, enam di antaranya terjadi setelah jeda, dibandingkan dengan Chelsea yang mencatatkan 0,79 dari 11 percobaan keseluruhannya.

Itu juga pertama kalinya sejak Agustus 2010, dalam hasil imbang 1-1 melawan Liverpool, Arsenal gagal memenangkan pertandingan papan atas di mana lawan mereka menerima kartu merah di babak pertama.

“Di satu sisi, kecewa karena kami tidak menang. Saat mengenakan seragam ini, Anda ingin memenangkan setiap pertandingan. Stadion ini sangat sulit untuk didatangi dan meraih poin,” tambah Merino, yang merupakan pencetak gol terbanyak Arsenal di Liga Inggris pada 2025 dengan delapan gol, lima di antaranya dicetak lewat sundulan.

“Kami seharusnya bisa melakukan hal-hal dengan lebih baik, tetapi tim menunjukkan mentalitas yang baik. Mungkin dengan mengelola permainan dengan lebih baik dan memahami apa yang mereka coba lakukan,” imbuh dia.

“Dengan 10 pemain, kami seharusnya bisa lebih sabar menguasai bola. Kami berusaha menemukan sayap dan memberikan umpan silang kepada pemain di kotak penalti. Jelas, mereka tim yang bagus,” ungkap dia.

Meskipun kehilangan poin untuk keempat kalinya di liga musim ini, Arsenal masih menjadi favorit untuk mengangkat gelar Liga Inggris, menurut superkomputer Opta.

Tim Mikel Arteta memenangkan gelar dalam 79,1 persen simulasi musim, sementara kemenangan tengah pekan mereka atas Bayern Munchen juga membuat mereka difavoritkan untuk meraih gelar Liga Champions pertama (24 persen).

“Sejak awal, Anda sudah bisa merasakan betapa besar taruhannya. Setiap duel dan aksi berlangsung penuh semangat, rangkaian permainannya sangat singkat,” tambah Arteta.

“Dengan 10 pemain, kami mengharapkan pertandingan yang berbeda, kami merencanakannya, dan kami berhasil melewatinya di babak kedua. Tapi mereka mencetak gol, lalu pertandingan menjadi sangat sulit untuk dimainkan,” terang Arteta.

“Saya pikir ketika Anda tidak menang melawan 10 pemain selama 45 menit, Anda pasti kecewa. Tapi Anda harus tahu minggu yang kami lalui, lawan yang tangguh,” sambung dia.

“Tentu saja saya kecewa karena tidak mendapatkan tiga poin melawan 10 pemain. Tapi dengan semua yang terjadi minggu ini, saya rasa secara keseluruhan saya harus sangat bangga dengan apa yang telah dilakukan tim,” tutur Arteta. (*)

Sumber BeritaJPGroup

Update