Selasa, 27 Januari 2026

Ancaman Degradasi Kian Nyata, Paul Scholes Harap Manchester United Datangkan 5 Pemain Baru

Berita Terkait

 Manchester United saat laga melawan Liverpool di Anfield. (Express.co.uk)

batampos – Manchester United hanya mendatangkan Patrick Dorgu di posisi bek sayap pada jeda transfer musim dingin. Keputusan itu membuat legenda klub, Paul Scholes, menyayangkan langkah yang diambil kubu Ruben Amorim.

Menurutnya, skuad yang ada saat ini masih sangat riskan untuk mengarungi sisa pekan di Premier League. Mantan gelandang Manchester United itu bahkan menyebut jika ancaman degradasi semakin nyata andai tidak ada perubahan total di tubuh skuad The Red Devils.

Dilansir dari Daily Mail, Paul Scholes menyebut bahwa Ruben Amorim harus berani untuk merombak total tim yang ia tangani saat ini. Scholes mengatakan bahwa minimal ada 5 nama baru lagi di musim panas untuk siap bersaing di musim depan.

Scholes mengatakan bahwa Ruben Amorim tidak bisa hanya mengandalkan pemain-pemain saat ini. MU sendiri mengalami performa naik-turun ketika hanya sanggup meraih 2 kemenangan dari 4 laga terakhir di Premier League.

“Dia (Ruben Amorim) masih memiliki banyak hal untuk diperbaiki. Kita semua tahu bahwa tugasnya semakin berat lantaran dia tidak memiliki banyak pemain yang bisa jadi andalan. Kalau kita lihat tim lain seperti Liverpool, mereka punya kiper yang tangguh, bek tengah yang solid dan lini serang yang tajam. Sementara, MU tidak mempunyai semua itu.” bunyi kritik Paul Scholes tentang komposisi pemain yang dimiliki MU.

Setidaknya, Paul Scholes mengharapkan bahwa ada 5 nama pemain di posisi kiper, pemain bertahan, gelandang, dan penyerang. Kelimanya harus memiliki nama besar agar membantu tim bisa mengangkat performa buruk di musim ini.

Secara gamblang, Paul Scholes menyebut peran Andre Onana masih jauh dari kata memuaskan dan mengharapkan nama baru. Walaupun masih memiliki Altay Bayindir, namun kiper timnas Turkiye itu masih belum menunjukkan konsistensi permainan.

“Kita butuh nama kiper baru, dua pemain bertahan, satu gelandang, dan satu striker yang tajam. Yang terpenting adalah kita bisa mengandalkan pemain-pemain baru di posisi ini. Karena pemain-pemain baru inilah yang akan jadi andalan untuk tim.” beber Paul Scholes.

Selain itu, Paul Scholes secara tersirat mengkritik peran Joshua Zirkzee dan Rasmus Hojlund yang masih kesulitan menemukan kembali ketajamannya. Nama penyerang baru yang datang diharapkan bisa memperbaiki ketumpulan di sektor serangan.

Pertandingan terakhir dari kemenangan melawan Leicester City 2-1 adalah kali terakhir nama penyerang yang mampu mencetak gol. Laga-laga sebelumnya, selalu diisi oleh nama gelandang, bahkan pemain bertahan seperti Diogo Dalot dan Lisandro Martinez.

Paul Scholes juga mengkritik tentang perlakuan tim kepada talenta muda berbakat dari akademi seperti Kobbie Mainoo. Seolah-olah, MU kebingungan untuk menggunakan Mainoo bermain mengeluarkan potensinya.

Scholes menyoroti keputusan Kobbie Mainoo ditempatkan di posisi no 9. Walaupun sudah bermain di banyak posisi di lini tengah, namun Mainoo tidak bisa tampil maksimal lantaran ditempatkan di luar posisi aslinya.

“Saya pernah mengatakan (Declan) Rice buruk, tetapi saya juga harus mengatakan Kobbie Mainoo juga tak kalah buruk. Klub seolah kebingungan dengan potensi yang dia miliki. Saya pikir dia bisa bermain di posisi no 10, tetapi bukan di no 9”. tutup legenda hidup Manchester United itu. (*)

Sumber BeritaJPGroup

Update