Rabu, 28 Januari 2026

Alejandro Garnacho Dilirik Bayer Leverkusen, Manchester United Pasang Harga Selangit

Berita Terkait

Alejandro Garnacho. (Dok. MUFC)

batampos – Manchester United tengah berada di atas angin setelah kemenangan dramatis 5-4 atas Lyon dalam laga leg kedua perempat final Liga Europa. Namun, di balik euforia itu, terselip isu penting yang siap memengaruhi masa depan klub: potensi hengkangnya Alejandro Garnacho.

Pemain muda Argentina itu dikabarkan menjadi incaran Bayer Leverkusen, yang siap bersaing dengan sejumlah klub top Eropa lainnya untuk mendapatkan jasanya.

Kabar ini datang di tengah upaya Manchester United membereskan masalah keuangan yang cukup pelik. Dengan tuntutan regulasi finansial UEFA serta performa naik-turun musim ini, manajemen klub dikabarkan siap melepas beberapa nama untuk menyeimbangkan neraca. Nama Garnacho menjadi salah satu yang paling mencuat untuk dilepas, meski performanya justru mulai kembali bersinar.

Laporan dari TEAMtalk menyebutkan bahwa Bayer Leverkusen, tim Bundesliga yang kini tengah naik daun di bawah asuhan Xabi Alonso, telah menghubungi agen Garnacho. Tujuannya: membuka negosiasi awal untuk potensi transfer di bursa musim panas nanti.

Ketertarikan ini bukan hanya datang dari Jerman. Napoli, yang sempat melirik Garnacho di bursa Januari lalu, dikabarkan siap kembali masuk dalam perburuan jika berhasil lolos ke Liga Champions musim depan. Tak hanya itu, Atletico Madrid—klub tempat Garnacho mengawali karier juniornya sebelum pindah ke Manchester—juga ingin menariknya pulang ke Spanyol.

Manchester United sendiri kabarnya mematok harga sekitar GBP 70 juta, atau setara Rp1,4 triliun (dengan kurs 1 GBP = Rp20.000). Harga tersebut dianggap terlalu tinggi oleh banyak pihak, terlebih mengingat performa Garnacho yang sempat menurun di awal tahun ini.

Namun belakangan, pemain 20 tahun itu menunjukkan tanda-tanda kebangkitan. Dalam enam laga terakhir di semua ajang, ia mencetak dua gol dan tiga assist—rekor yang membuat pelatih Ruben Amorim kembali mempercayakannya sebagai starter, termasuk saat tampil selama 100 menit dalam laga epik melawan Lyon.

Analis Taktik & Statistik

Secara taktik, Garnacho menjadi aset penting dalam skema 4-3-3 yang diusung Amorim. Kemampuannya mengeksplorasi sisi kiri lapangan, menggiring bola cepat, dan menembus pertahanan lawan lewat cut inside, memberi warna berbeda dibandingkan winger lain di skuad United. Dalam laga kontra Lyon, ia menciptakan dua peluang kunci dan mencatatkan akurasi umpan sebesar 84%.

Namun, inkonsistensi masih menjadi pekerjaan rumah. Menurut WhoScored, rata-rata rating Garnacho musim ini berada di angka 6.72—relatif standar untuk level Manchester United. Ia juga kerap kehilangan bola saat ditekan lawan, dan statistik duel suksesnya masih di bawah 50%.

Bagi Leverkusen, kedatangan Garnacho bisa menjadi proyek jangka panjang yang menjanjikan. Namun harga mahal yang dipatok membuat peluang ini sangat bergantung pada situasi internal mereka, khususnya terkait masa depan Florian Wirtz. Jika Wirtz jadi dijual dengan harga fantastis, dana itulah yang kemungkinan akan digunakan untuk mendekati Garnacho.

Selain itu, masa depan pelatih Xabi Alonso juga jadi pertimbangan. Ia kerap dikaitkan dengan Real Madrid untuk musim depan. Jika hengkang, pendekatan proyek jangka panjang seperti Garnacho bisa tertunda.

Di sisi Manchester United, keputusan untuk melepas Garnacho akan menjadi cerminan dilema klasik: menjual aset muda yang potensial demi menstabilkan keuangan, atau mempertahankan talenta yang bisa jadi bintang masa depan. Dengan performa yang mulai membaik, publik Old Trafford tentu berharap Garnacho bertahan lebih lama.

Namun, jika tawaran besar datang dan kondisi keuangan belum membaik, keputusan pahit bisa saja diambil. Yang jelas, musim panas 2025 akan jadi masa transisi krusial bagi Setan Merah. (*)

Sumber BeritaJPGroup

Update