Selasa, 14 Juli 2026

Rekor Timnas Inggris di Semifinal Piala Dunia dan Turnamen Besar, Kini Hadapi Argentina

Berita Terkait

Timnas Inggris jumpa Argentina di semifinal Piala Dunia 2026. Duel klasik ini kembali mengingatkan dunia pada Perang Malvinas 1982. (Dok. @England)

batampos – Timnas Inggris kembali memastikan tempat di semifinal Piala Dunia. Kini, pasukan Thomas Tuchel bersiap menghadapi Argentina dalam laga yang diprediksi menjadi salah satu duel terbesar di turnamen.

Keberhasilan ini menjadi penampilan semifinal Piala Dunia keempat bagi Inggris sekaligus semifinal ketujuh mereka di turnamen besar, tidak termasuk Euro 1968 yang saat itu hanya diikuti empat tim pada putaran final.

Melansir ESPN, menjelang duel kontra Argentina, berikut perjalanan Inggris di semifinal turnamen besar sepanjang sejarah.

1. Inggris 2-1 Portugal – Piala Dunia 1966

Portugal datang ke Wembley dengan rekor sempurna dan mengandalkan ketajaman Eusébio yang telah mencetak tujuh gol sepanjang turnamen.

Namun Bobby Charlton tampil sebagai pembeda lewat gol di masing-masing babak. Meski Eusébio sempat memperkecil ketertinggalan melalui penalti di penghujung laga, Inggris tetap menang 2-1 dan kemudian melangkah menuju satu-satunya gelar Piala Dunia mereka.

2. Jerman Barat 1-1 Inggris (Jerman Barat menang 4-3 lewat adu penalti) – Piala Dunia 1990

Semifinal di Italia ini menjadi salah satu pertandingan paling emosional dalam sejarah sepak bola Inggris.

Gary Lineker menyamakan skor setelah gol Andreas Brehme yang sempat membentur pemain Inggris. Pertandingan berlanjut hingga adu penalti, di mana Stuart Pearce gagal mencetak gol dan tendangan Chris Waddle melambung tinggi.

Laga ini juga dikenang lewat air mata Paul Gascoigne yang mendapat kartu kuning dan dipastikan absen jika Inggris lolos ke final.

3. Jerman 1-1 Inggris (Jerman menang 6-5 lewat adu penalti) – Euro 1996

Enam tahun berselang, kisah pahit kembali terulang.

Alan Shearer membawa Inggris unggul lebih dulu, tetapi Stefan Kuntz menyamakan kedudukan. Setelah skor tetap imbang hingga babak tambahan, pertandingan kembali ditentukan lewat adu penalti.

Sepuluh eksekutor pertama sukses menjalankan tugas sebelum Gareth Southgate gagal menaklukkan kiper Jerman. Kekalahan itu memperpanjang kutukan Inggris di semifinal.

4. Kroasia 2-1 Inggris (setelah perpanjangan waktu) – Piala Dunia 2018

Di bawah asuhan Gareth Southgate, Inggris kembali mencapai semifinal Piala Dunia setelah penantian panjang.

Harapan membumbung tinggi ketika Kieran Trippier mencetak gol indah lewat tendangan bebas pada awal laga. Namun Kroasia bangkit melalui Ivan Perisic sebelum Mario Mandzukic memastikan kemenangan di babak perpanjangan waktu. Mimpi Inggris menuju final pun kembali pupus.

5. Inggris 2-1 Denmark (setelah perpanjangan waktu) – Euro 2020

Denmark sempat mengejutkan Wembley lewat tendangan bebas Mikkel Damsgaard.

Inggris membalas melalui gol bunuh diri Simon Kjaer sebelum Harry Kane memastikan kemenangan di babak tambahan setelah memanfaatkan bola muntah hasil penalti yang sempat ditepis.

Kemenangan itu mengakhiri penantian panjang Inggris untuk kembali tampil di final turnamen besar, meski akhirnya mereka kalah dari Italia melalui adu penalti.

6. Inggris 2-1 Belanda – Euro 2024

Southgate kembali membawa Inggris ke final setelah menundukkan Belanda.

Xavi Simons membuka keunggulan Belanda, tetapi Harry Kane menyamakan skor melalui titik penalti. Saat laga tampak menuju perpanjangan waktu, kerja sama Cole Palmer dan Ollie Watkins menghasilkan gol kemenangan dramatis di menit-menit akhir.

Meski sukses mencapai final, Inggris kembali harus puas menjadi runner-up setelah dikalahkan Spanyol.

Saatnya Menulis Sejarah Baru?

Kini Inggris kembali berdiri di ambang final Piala Dunia. Namun kali ini tantangan yang menanti jauh dari kata mudah.

Argentina, sang juara bertahan, siap menjadi lawan berikutnya dalam duel yang sarat sejarah dan rivalitas panjang. Jika mampu melewati rintangan tersebut, Inggris akan selangkah lebih dekat mengakhiri penantian panjang sejak mengangkat trofi Piala Dunia pada 1966.

Semifinal kali ini bukan sekadar perebutan tiket menuju final, tetapi juga kesempatan bagi generasi baru Three Lions untuk menghapus berbagai kenangan pahit yang terus menghantui perjalanan mereka di babak empat besar turnamen besar. (*)

ReporterJPGroup

Update