
batampos – Tim pencak silat Kabupaten Bintan memasang target tinggi pada ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) X Kepulauan Riau di Tanjungbalai Karimun.
Setelah menjadi penyumbang medali emas terbanyak pada edisi sebelumnya, Bintan kini membidik minimal tujuh medali emas untuk mempertahankan dominasinya.
Pelatih tim pencak silat Bintan, Candra Yeo, mengatakan target tersebut dipasang berdasarkan capaian pada Popda sebelumnya di Batam, ketika Bintan berhasil membawa pulang tujuh medali emas.
“Target kami meraih medali sebanyak-banyaknya. Minimal bisa mempertahankan perolehan tujuh medali emas seperti pada Popda sebelumnya,” ujar Candra, Selasa (7/7).
Untuk mewujudkan target itu, Bintan menurunkan 20 atlet yang didampingi enam ofisial. Para pesilat akan bertanding pada nomor laga maupun seni.
Menurut Candra, pada hari pelaksanaan final terdapat 10 kelas yang diperebutkan sehingga peluang menambah medali cukup terbuka.
Meski demikian, ia mengakui persaingan tidak akan mudah. Tuan rumah Tanjungbalai Karimun dinilai menjadi lawan terberat karena memiliki keuntungan bermain di kandang sendiri.
Selain Karimun, Batam dan Tanjungpinang juga diprediksi menjadi pesaing kuat. Kedua daerah tersebut memiliki banyak perguruan pencak silat yang menjadi sumber pembinaan atlet.
Kendati menghadapi persaingan ketat, Candra tetap optimistis anak asuhnya mampu memenuhi target. Keyakinan itu didukung persiapan yang telah dilakukan melalui pemusatan latihan selama hampir satu tahun.
“TC sudah berlangsung kurang lebih satu tahun, baik secara mandiri maupun difasilitasi pemerintah daerah dan induk organisasi. Mudah-mudahan hasilnya sesuai target,” katanya.
Ia berharap seluruh atlet mampu tampil maksimal dan membawa pulang prestasi yang membanggakan bagi Kabupaten Bintan pada Popda X Kepri 2026. (*)
