
batampos – Cristiano Ronaldo mengakhiri perjalanan panjangnya di Piala Dunia dengan penuh emosi.
Portugal harus mengakui keunggulan Spanyol pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah kalah 0-1 lewat gol telat Mikel Merino, Senin (6/7) waktu setempat.
Peluit panjang yang mengakhiri pertandingan juga menjadi penutup karier Ronaldo di ajang Piala Dunia.
Penyerang berusia 41 tahun itu tampak tak mampu menyembunyikan kesedihannya. Ia berdiri terpaku di lapangan sebelum akhirnya menitikkan air mata karena mimpi mengangkat trofi Piala Dunia kembali pupus.
Beberapa saat sebelumnya, Ronaldo masih berharap Portugal bisa memaksakan pertandingan berlanjut ke babak tambahan waktu.
Kesempatan terakhir hadir melalui tendangan bebas Bruno Fernandes di masa injury time. Ronaldo berusaha menyambut bola di depan gawang, namun gagal melakukan sentuhan yang dibutuhkan untuk mengubah arah bola.
Tak lama kemudian, wasit meniup peluit akhir. Para pemain Spanyol merayakan kemenangan, sementara Ronaldo terlihat larut dalam kekecewaan.
Setelah sempat memberikan tepuk tangan kepada para pendukung Portugal, ia berjalan meninggalkan lapangan dengan kepala tertunduk.
Sebelum turnamen dimulai, Ronaldo sudah mengonfirmasi bahwa Piala Dunia 2026 akan menjadi penampilan terakhirnya di kompetisi empat tahunan tersebut.
Karena itu, laga melawan Spanyol menjadi pertandingan terakhirnya di panggung terbesar sepak bola dunia.
Meski gagal membawa Portugal melangkah lebih jauh, Ronaldo tetap mencatat sejarah. Ia menjadi pemain pertama yang tampil dalam enam edisi Piala Dunia, sebuah rekor yang belum pernah dicapai pemain lain.
Selama turnamen berlangsung, performa Ronaldo memang menjadi sorotan. Ia mencetak dua gol saat Portugal menghadapi Uzbekistan pada fase grup dan membantu tim lolos ke babak gugur. Namun setelah itu kontribusinya dinilai mulai menurun.
Ronaldo gagal mencetak gol saat Portugal bermain imbang melawan DR Kongo dan Kolombia.
Pada babak sebelumnya ia sempat mencetak gol melalui titik penalti ke gawang Kroasia, bahkan satu gol lain dianulir karena posisi offside yang sangat tipis.
Saat menghadapi Spanyol, lini pertahanan lawan mampu membatasi ruang geraknya. Ronaldo hanya beberapa kali mendapatkan bola di area berbahaya sehingga kesulitan memberikan ancaman berarti kepada gawang yang dikawal Unai Simón.
Kegagalan Portugal juga memastikan Ronaldo menutup karier Piala Dunia tanpa pernah meraih trofi yang selama ini menjadi target terbesarnya. Sepanjang enam penampilannya di putaran final Piala Dunia, ia mencatatkan 27 pertandingan dengan koleksi 11 gol.
Meski demikian, perjalanan Ronaldo bersama tim nasional Portugal tetap akan dikenang sebagai salah satu yang paling bersejarah.
Ia berhasil membawa negaranya menjuarai Euro 2016 dan UEFA Nations League 2025, dua gelar yang menjadi pencapaian terbesar Portugal dalam dua dekade terakhir.
Sebelum pertandingan melawan Spanyol, Ronaldo sempat mengatakan bahwa dirinya hanya ingin menikmati setiap momen di Piala Dunia terakhirnya.
Ia berharap laga tersebut bukan menjadi pertandingan terakhirnya bersama Portugal di turnamen itu.
Harapan tersebut akhirnya tidak terwujud. Gol Mikel Merino pada menit-menit akhir mengakhiri langkah Portugal sekaligus menutup perjalanan Cristiano Ronaldo di Piala Dunia.
Di sisi lain, pelatih Portugal Roberto Martinez tetap memberikan dukungan kepada sang kapten.
Ia menilai berbagai kritik yang diarahkan kepada Ronaldo sepanjang turnamen tidak sepenuhnya adil, mengingat pengalaman dan kontribusi sang pemain masih memiliki arti penting bagi tim.
Meski menutup karier Piala Dunia dengan kekalahan, Ronaldo tetap meninggalkan warisan besar. Rekor enam kali tampil di putaran final Piala Dunia dan perjalanan panjangnya bersama Portugal diperkirakan akan sulit disamai dalam waktu dekat. (*)
