Senin, 6 Juli 2026

Dari Kedai Kopi ke Arena Prestasi, ORADO Kepri Perkuat Pembinaan Atlet Domino

Berita Terkait

Pelantikan kepengurusan ORADO Kepri periode 2026-2030 dilantik dalam sebuah seremoni yang digelar di Atrium Mega Mall Batam, Minggu malam, (5/7/2026). F. Azis Maulana/ Batam Pos

batampos – Organisasi Olahraga Domino Indonesia (ORADO) Provinsi Kepulauan Riau resmi memasuki babak baru. Kepengurusan ORADO Kepri periode 2026-2030 dilantik dalam sebuah seremoni yang digelar di Atrium Mega Mall Batam, Minggu malam, (5/7).

Pelantikan itu sekaligus menandai upaya serius menjadikan domino bukan sekadar permainan rekreasi, melainkan cabang olahraga prestasi yang diakui secara nasional.

Prosesi pelantikan diawali dengan pembacaan Surat Keputusan Pengurus Provinsi ORADO Kepulauan Riau, dilanjutkan dengan serah terima jabatan serta penyerahan pataka organisasi sebagai simbol dimulainya kepengurusan baru di bawah kepemimpinan Rizki Faisal.

Acara tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan hadiah Kepri Domino Cup 2026 yang sebelumnya mempertemukan para pemain domino dari berbagai daerah di Kepulauan Riau.

Ketua Panitia Pelaksana ORADO Kepri, Walfentius Tindaon, mengatakan pelantikan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat struktur organisasi setelah Kepulauan Riau mulai berpartisipasi dalam berbagai agenda domino tingkat nasional.

Menurut Walfentius, ORADO Kepri telah mengirimkan atlet untuk mengikuti kejuaraan nasional yang diselenggarakan Pengurus Besar ORADO pada bulan lalu. Meskipun belum berhasil meraih gelar juara, pengalaman tersebut dinilai menjadi modal berharga dalam membangun prestasi atlet domino daerah.

“Kami sudah mulai bertanding di tingkat nasional. Memang belum menjadi juara, tetapi atlet Kepri sudah mampu bersaing. Ke depan, target kami tentu bisa meraih prestasi terbaik,” kata Walfentius.

Walfentius yang juga menjabat sebagai Ketua Harian Pengprov ORADO Kepri menuturkan, pembinaan atlet akan dilakukan secara berjenjang melalui penyelenggaraan berbagai turnamen di tingkat kelurahan hingga kecamatan. Para juara dari kompetisi tersebut nantinya dipersiapkan untuk mengikuti kejuaraan pada level yang lebih tinggi.

Sementara itu, Ketua Pengprov ORADO Kepri, Rizki Faisal, menambahkan bahwa pelantikan pengurus bukan sekadar seremoni administratif, melainkan awal dari tanggung jawab besar untuk membangun organisasi yang profesional dan berorientasi pada prestasi.

Menurut dia, ORADO hadir sebagai wadah resmi olahraga domino yang mengedepankan nilai sportivitas, strategi, intelektualitas, serta semangat persaudaraan.

“Keberhasilan organisasi tidak ditentukan oleh hebatnya seorang ketua, tetapi oleh kekompakan seluruh pengurus dalam menjalankan amanah. Mari bekerja dengan hati, mengabdi dengan integritas, serta membangun organisasi ini dengan kejujuran, disiplin, dan semangat kebersamaan,” ujar Rizki.

Dukungan terhadap pengembangan olahraga domino juga datang dari Ketua KONI Kepulauan Riau, Usep RS, yang hadir dalam acara pelantikan tersebut. Ia mengatakan ORADO kini telah memperoleh pengakuan sebagai anggota istimewa KONI setelah diterima dalam Musyawarah Nasional Luar Biasa KONI Pusat pada Mei 2026.

Menurut Usep, pengakuan tersebut menjadi momentum penting untuk mengubah persepsi masyarakat terhadap permainan domino, dari sekadar aktivitas hiburan menjadi cabang olahraga prestasi yang memiliki sistem kompetisi dan pembinaan yang terstruktur.

“Domino tidak lagi identik dimainkan di kedai kopi. Kini domino telah menjadi olahraga yang diakui secara nasional. Kami berharap cabang ini dapat dipertandingkan sebagai olahraga ekshibisi pada Pekan Olahraga Provinsi Kepri tahun ini, hingga nantinya bisa masuk dalam Pekan Olahraga Nasional 2028,” kata Usep.

Ketua Harian Pengurus Besar ORADO, Giri Bayu Kusumah, mengapresiasi pelaksanaan pelantikan ORADO Kepri yang digelar di pusat perbelanjaan. Menurut dia, konsep tersebut menjadi cara efektif untuk memperkenalkan olahraga domino kepada masyarakat luas.

Bayu mengungkapkan, meskipun ORADO baru berdiri pada November 2025, organisasi tersebut telah berkembang pesat dengan terbentuknya kepengurusan di berbagai provinsi di Indonesia.

“Baru kali ini saya menghadiri pelantikan ORADO di pusat perbelanjaan. Ini luar biasa dan menjadi cara yang baik untuk memperkenalkan olahraga domino kepada masyarakat. Kepri bergerak sangat cepat,” ujarnya.

Ia menegaskan, pelantikan bukan akhir dari proses pembentukan organisasi, melainkan awal dari tanggung jawab besar dalam membangun ekosistem olahraga domino yang berkelanjutan.

“Kami berharap dari Kepulauan Riau nantinya lahir atlet-atlet domino yang mampu berprestasi di tingkat nasional,” kata Bayu.

Selain pelantikan, ORADO Kepri juga menyerahkan tanjak dan papan domino secara simbolis kepada Wakapolda Kepulauan Riau, Ketua Harian PB ORADO, serta Ketua KONI Kepri. Rangkaian kegiatan ditutup dengan penyerahan trofi kepada para pemenang Kepri Domino Cup 2026, yang menjadi penanda dimulainya langkah baru olahraga domino di Kepulauan Riau.(*)

Reporterazis maulana

Update