
batampos – Pelatih Timnas Korea Selatan Hong Myung-bo menghadapi gelombang kecaman luar biasa setelah gagal membawa Taeguk Warriors lolos ke babak 32 besar Piala Dunia 2026.
Sepulang dari Meksiko, Hong bahkan mendapat ancaman pembunuhan, menjadi sasaran larangan masuk restoran, hingga memutuskan mundur demi bertanggung jawab atas kegagalan tim.
Kepulangan skuad Korea Selatan berlangsung berbeda dari edisi Piala Dunia sebelumnya.
Federasi Sepak Bola Korea (KFA) memutuskan tidak menggelar acara penyambutan resmi di Bandara Internasional Incheon untuk pertama kalinya setelah tim pulang dari Piala Dunia di luar negeri.
Keputusan itu diambil di tengah kemarahan publik yang terus membesar usai Korea Selatan gagal lolos ke fase gugur.
Polisi meningkatkan pengamanan di bandara setelah muncul unggahan di media sosial yang berisi ancaman pembunuhan terhadap Hong Myung-bo.
Laporan media Korea, Yonhap, menyebut aparat sedang melacak pemilik akun yang mengunggah ancaman tersebut sebelum akhirnya dihapus.
Penulis unggahan mengaku sebagai warga negara Amerika Serikat berusia 41 tahun, sementara polisi mempertimbangkan penerapan pasal intimidasi kriminal jika unsur pidananya terpenuhi.
Hong Myung-bo bersama delapan pemain, termasuk Kim Min-jae, Hwang Hee-chan, Hwang In-beom, dan Lee Kang-in, tiba di Incheon pada Selasa pagi (30/6/2026).
Sementara kapten Son Heung-min serta beberapa pemain lain dijadwalkan pulang secara terpisah.
Kemarahan Suporter Meluas hingga ke Restoran
Kemarahan pendukung Korea Selatan tidak hanya terjadi di media sosial. Sejumlah restoran, minimarket, hingga pelaku usaha memasang tulisan yang menyatakan Hong Myung-bo tidak diperbolehkan masuk ke tempat usaha mereka.
Salah satu papan pengumuman yang viral berasal dari sebuah pub di Anyang, Provinsi Gyeonggi. Tulisan bertuliskan “Hong Myung-bo is banned from entry!” dipasang setelah Korea Selatan kalah dari Afrika Selatan.
Pemilik restoran, Park Yun-su, mengaku sengaja memasang tulisan tersebut sebagai bentuk kekecewaan sekaligus candaan bagi pelanggan.
Meski begitu, ia mengakui rasa kecewanya sangat besar melihat penampilan tim nasional di Piala Dunia 2026.
“Sebagai seseorang yang menyukai sepak bola Korea, saya sangat marah setelah menyaksikan Piala Dunia ini,” kata Park kepada Yonhap, dilansir dari South China Morning Post, Selasa (30/6/2026).
“Banyak orang pasti marah dan kecewa seperti saya karena dia gagal menunjukkan kemampuannya sebagai pelatih,” lanjutnya.
Park menambahkan papan larangan tersebut juga dimaksudkan sebagai humor. “Karena saya memang orang yang suka bercanda, saya memasangnya agar pelanggan bisa melihatnya dan tertawa.”
Di media sosial, berbagai meme juga bermunculan.
Banyak warganet mengejek taktik Hong Myung-bo, bahkan ada unggahan satir yang menggambarkan para pemain diminta berpencar begitu tiba di bandara agar terhindar dari amarah suporter.
Seberapa Buruk Performa Korea Selatan di Piala Dunia 2026?
Korea Selatan datang ke Piala Dunia 2026 dengan skuad bertabur bintang. Son Heung-min, Lee Kang-in, hingga bek Bayern Munchen Kim Min-jae diharapkan mampu membawa negaranya melangkah jauh.
Harapan itu sempat muncul setelah kemenangan pada laga pembuka melawan Republik Ceko. Namun, dua kekalahan beruntun dari tuan rumah Meksiko dan Afrika Selatan membuat perjalanan Korea Selatan berakhir lebih cepat.
Hasil tersebut membuat Korea Selatan finis di peringkat ketiga Grup A. Raihan poin mereka juga tidak cukup untuk masuk ke delapan tim peringkat ketiga terbaik yang berhak melaju ke babak 32 besar.
Media Korea menyebut kegagalan itu sebagai salah satu penampilan terburuk negara tersebut sepanjang sejarah Piala Dunia.
Banyak pengamat menilai Hong gagal memaksimalkan salah satu generasi pemain terbaik yang dimiliki Korea Selatan.
Kritik juga datang dari Presiden Lee Jae Myung.
Melalui media sosial, ia mengaku “sangat bingung” melihat kegagalan tim nasional dan meminta Kementerian Olahraga menyelidiki kemungkinan adanya praktik pilih kasih maupun buruknya tata kelola di tubuh federasi.
Gelombang kritik turut datang dari kalangan selebritas.
Aktor Han Jung-soo menyebut Hong menghadirkan “pertandingan terburuk dengan pemain terbaik”, sambil mengkritik tidak adanya taktik yang jelas serta pemilihan pemain yang sulit dipahami.
Sementara itu, personel grup K-pop Highlight, Yoon Doo-joon, mengaku tidak percaya dengan hasil yang diraih tim nasional.
Dalam siaran langsung di YouTube, ia mengatakan dirinya memiliki terlalu banyak hal yang ingin disampaikan hingga takut salah berbicara.
Hong Myung-bo Memilih Mundur
Hong Myung-bo akhirnya mengumumkan pengunduran dirinya di Guadalajara sebelum rombongan tim kembali ke Korea Selatan. Ia menegaskan seluruh tanggung jawab atas kegagalan berada di pundaknya sebagai pelatih kepala.
“Kepada seluruh rakyat Korea yang mencintai dan mendukung tim nasional kami, saya sungguh ingin meminta maaf. Hari ini saya mengumumkan akan mengundurkan diri sebagai pelatih kepala tim nasional,” ujar Hong dalam konferensi pers.
“Sebagai pelatih kepala, tidak ada penjelasan yang dapat mengalahkan hasil akhir. Saya gagal memberikan hasil yang diharapkan masyarakat. Seluruh tanggung jawab ada pada saya,” lanjutnya.
Meski sudah mundur dan meminta maaf, kontroversi belum berakhir. Polisi Korea Selatan juga masih menyelidiki delapan laporan terkait proses penunjukan Hong sebagai pelatih tim nasional pada 2024.
Laporan tersebut menuding pejabat KFA mengabaikan prosedur, memberikan perlakuan istimewa kepada Hong, serta menunjuknya tanpa proses seleksi yang adil dan transparan.
Pemerintah pun mengisyaratkan evaluasi menyeluruh terhadap sepak bola Korea Selatan akan segera dilakukan.
Menteri Olahraga Choi Hwi-young menilai kegagalan di Piala Dunia 2026 harus menjadi titik awal pembenahan total.
“Sudah waktunya membahas apa yang menghambat kita dan menciptakan solusi mendasar. Sepak bola Korea harus memulai lagi dari bawah,” tulisnya. (*)
