
batampos – Piala Dunia 2026 akan menghadirkan fenomena menarik di luar persaingan antarnegara. Mayoritas tim peserta ternyata memilih menggunakan jasa pelatih asing untuk memimpin perjuangan mereka di turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut.
Dari total 48 pelatih kepala yang akan tampil di putaran final Piala Dunia 2026, sebanyak 28 di antaranya merupakan pelatih asing yang menangani negara lain. Sementara hanya 20 pelatih yang berasal dari negara yang mereka latih.
Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada juga menjadi edisi pertama yang diikuti 48 negara peserta, meningkat dari format sebelumnya yang hanya melibatkan 32 tim.
Dominasi pelatih asing paling terlihat dari pengaruh para pelatih asal Eropa. Sedikitnya tujuh pelatih Eropa menangani tim nasional negara lain, sementara secara keseluruhan terdapat 20 pelatih asal Benua Biru yang bekerja di luar negara kelahiran mereka.
Sejumlah negara yang mempercayakan tim nasionalnya kepada pelatih asing antara lain Panama, Austria, Kolombia, Portugal, Uruguay, Selandia Baru, Turki, Aljazair, Kanada, Yordania, Ekuador, Paraguay, Amerika Serikat, Inggris, Belgia, Qatar, Irak, Brasil, Uzbekistan, Swedia, Tunisia, Maroko, Ghana, Arab Saudi hingga Curacao.
Di sisi lain, beberapa negara tetap mempertahankan pelatih lokal untuk memimpin tim nasional mereka. Di antaranya Argentina, Prancis, Jepang, Jerman, Spanyol, Belanda, Korea Selatan, Meksiko, Australia, Senegal, Iran dan Republik Ceko.
Argentina menjadi negara dengan representasi pelatih terbanyak pada Piala Dunia 2026. Negeri Tango memiliki enam pelatih yang menangani tim peserta, yakni Nestor Lorenzo, Lionel Scaloni, Marcelo Bielsa, Sebastian Beccacece, Gustavo Alfaro, dan Mauricio Pochettino.
Prancis menempati posisi kedua dengan lima wakil, disusul Spanyol yang memiliki empat pelatih. Sementara Jerman dan Italia masing-masing menyumbang tiga pelatih di ajang tersebut.
Selain komposisi pelatih, Piala Dunia 2026 juga menghadirkan kontras menarik dari sisi usia. Pelatih Jerman, Julian Nagelsmann, menjadi juru taktik termuda dengan usia 38 tahun.
Setelah mengambil alih kursi kepelatihan Jerman dari Hansi Flick dan memimpin tim pada Euro 2024, Nagelsmann kini bersiap menjalani pengalaman pertamanya sebagai pelatih kepala di ajang Piala Dunia.
Sebaliknya, pelatih Curacao Dick Advocaat menjadi sosok paling senior dalam turnamen ini. Di usia 78 tahun, pelatih asal Belanda itu sukses membawa Curacao lolos ke Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam sejarah.
Bagi Advocaat, turnamen ini menjadi penampilan ketiganya di Piala Dunia sepanjang karier kepelatihannya.
Menariknya, tim asuhan Nagelsmann dan Advocaat dijadwalkan bertemu pada laga pembuka Grup E yang akan berlangsung di Stadion Houston.
Secara keseluruhan, rata-rata usia 48 pelatih yang tampil di Piala Dunia 2026 mencapai 57,3 tahun. Angka tersebut meningkat 5,4 tahun dibandingkan rata-rata usia pelatih pada Piala Dunia Qatar 2022.
Sementara itu, hanya dua pelatih yang masih aktif di turnamen kali ini dan pernah mengangkat trofi Piala Dunia sebagai pelatih kepala. Mereka adalah Didier Deschamps yang membawa Prancis juara pada 2018 serta Lionel Scaloni yang mengantarkan Argentina menjadi kampiun di Qatar 2022.
Jika salah satu dari keduanya mampu kembali menjuarai Piala Dunia 2026, maka mereka akan menyamai rekor legenda Italia, Vittorio Pozzo, sebagai satu-satunya pelatih yang berhasil memenangkan dua gelar Piala Dunia.
Khusus bagi Deschamps, pencapaian tersebut akan semakin istimewa. Selain sukses sebagai pelatih, ia juga pernah merasakan gelar juara Piala Dunia sebagai pemain saat membawa Prancis menjadi kampiun di kandang sendiri pada 1998. (*)
