Jumat, 24 April 2026

Eks Chef Ungkap Pola Makan Cristiano Ronaldo, Hindari Susu hingga Tepung

Berita Terkait

Cristiano Ronaldo. (vietnam.vn)

batampos – Performa impresif Cristiano Ronaldo di usia 40-an disebut bukan kebetulan. Kondisi fisiknya yang tetap prima merupakan hasil dari disiplin pola makan yang sangat ketat dan terkontrol.

Hal itu diungkapkan mantan chef pribadi Ronaldo, Giorgio Barone, yang membeberkan rahasia di balik pola diet bintang Al-Nassr tersebut.

Menurut Barone, salah satu kebiasaan unik Ronaldo adalah menghindari konsumsi susu sapi. Ia menilai kebiasaan minum susu pada usia dewasa tidak sesuai dengan prinsip alami tubuh.

“Tidak ada hewan lain yang minum susu setelah usia tertentu. Hanya manusia yang terus mengonsumsinya hingga dewasa,” ujar Barone dalam wawancara dengan Covers.com.

Sebagai gantinya, Ronaldo memilih alternatif non-dairy untuk menjaga kondisi tubuhnya tetap optimal.

Barone menjelaskan, pola makan Ronaldo sangat seimbang dengan fokus pada protein tanpa lemak dan lemak sehat, serta menghindari gula tambahan sepenuhnya.

Setiap menu dirancang untuk memberikan energi maksimal tanpa bergantung pada makanan olahan modern.

Untuk sarapan, Ronaldo biasanya mengonsumsi alpukat, kopi, dan telur tanpa tambahan gula. Sementara makan siang diisi dengan ayam atau ikan yang dipadukan sayuran.

Jika membutuhkan karbohidrat, ia memperolehnya dari sayuran, bukan dari makanan berbasis tepung seperti roti atau pasta.

Pada malam hari, Ronaldo memilih menu ringan seperti filet daging atau ikan dengan sayuran segar.

Meski memiliki pandangan berbeda dengan striker Erling Haaland yang dikenal menyukai susu mentah, keduanya memiliki kesamaan dalam mengonsumsi “superfood”.

Barone mengungkapkan bahwa Ronaldo juga rutin mengonsumsi organ dalam seperti hati, yang kaya akan zat besi dan nutrisi penting bagi tubuh atlet.

“Hati, jantung, dan organ lainnya adalah makanan yang sangat bergizi. Cristiano juga menyukai hati karena kandungan zat besinya tinggi,” jelasnya.

Pola makan ketat ini menjadi salah satu faktor utama yang menjaga performa Ronaldo tetap kompetitif di level tertinggi, meski telah memasuki usia kepala empat. (*)

Update