
Rheza Danica Ahrens (123) memacu motornya saat balapan kelas AP250 ARRC 2026 di Sepang International Circuit, Malaysia, Minggu (12/4). Start dari barisan depan, ia tampil agresif dan menyalip tiga pebalap di tikungan terakhir untuk mengamankan podium kedua.
batampos — Aroma hujan belum sepenuhnya hilang di lintasan Sepang International Circuit. Tapi di tengah kondisi trek yang licin itulah, pebalap Astra Honda Racing Team (AHRT) justru menunjukkan taringnya. Dua podium langsung dibawa pulang pada seri pembuka Asia Road Racing Championship (ARRC) 2026, akhir pekan lalu (11-12/4).
Sorotan utama datang dari Rheza Danica Ahrens. Pebalap muda ini tampil penuh perhitungan di kelas Asia Production (AP) 250. Start dari posisi terdepan tak membuatnya gegabah. Justru di race kedua, Minggu (12/4), Rheza memainkan strategi sabar.
Sempat tercecer di posisi kedelapan pada awal lap, ia perlahan merangsek naik. Klimaksnya terjadi di tikungan terakhir. Tiga pebalap sekaligus disalip dalam satu manuver bersih. Rheza pun mengunci podium kedua—hasil yang terasa dramatis sekaligus krusial untuk membuka musim.
“Hujan membuat kondisi lintasan berubah. Saya coba adaptasi sejak awal dan menyiapkan strategi di tikungan terakhir. Syukur berjalan sesuai rencana,” ujarnya.
Pada race pertama, Rheza dan rekan setimnya Muhammad Badly Ayatullah sebenarnya tampil menjanjikan. Keduanya konsisten di rombongan depan. Namun nasib berkata lain bagi Badly. Sempat memimpin lomba, ia justru terjatuh di lap terakhir. Rheza sendiri finis kelima.
Tambahan podium membuat Rheza kini bertengger di posisi kedua klasemen sementara dengan 31 poin. Modal penting untuk lima seri tersisa.
Herjun Konsisten, Arbi Menanjak
Dari kelas Supersport (SS) 600, AHRT juga tak pulang dengan tangan kosong. Herjun Atna Firdaus mempersembahkan podium ketiga pada race pertama. Start dari posisi keempat, ia tampil stabil sebelum mengunci posisi tiga besar di lap-lap akhir.
Sementara itu, Fadillah Arbi Aditama menjalani debut yang cukup menjanjikan. Meski hanya finis keenam di race pertama, Arbi menunjukkan progres signifikan di race kedua. Start dari posisi ke-10, ia mampu merangsek hingga finis kelima.
Herjun sendiri tetap menjaga konsistensi di race kedua dengan finis ketujuh. Hasil gabungan dua race menempatkannya di posisi ketiga klasemen sementara dengan 25 poin. Arbi menyusul di posisi kedelapan dengan 21 poin.
“Saya bersyukur bisa podium di race pertama. Di race kedua, targetnya menjaga posisi klasemen. Semoga seri berikutnya bisa kembali naik podium,” kata Herjun.
Adenanta Curi Perhatian di Kelas Tertinggi
Di kelas Asia Superbike (ASB) 1000, M. Adenanta Putra tampil sebagai rookie yang langsung mencuri perhatian. Menggeber CBR1000RR-R, pebalap asal Magetan itu tak gentar bersaing di level tertinggi.
Dua race dilalui dengan konsisten. Meski belum menembus podium, Adenanta mampu finis di posisi ketujuh pada kedua balapan. Hasil tersebut cukup mengantarkannya ke posisi keenam klasemen sementara dengan 18 poin.
“Feeling di race kedua jauh lebih baik. Saya banyak belajar dari race pertama. Ke depan, adaptasi dengan motor akan terus ditingkatkan,” ungkapnya.
Modal Awal yang Menjanjikan
General Manager Marketing Planning and Analysis AHM Andy Wijaya menilai hasil ini sebagai pijakan penting di awal musim.
“Semangat juang pebalap terlihat luar biasa. Ini awal yang baik untuk menghadapi musim 2026,” ujarnya.
Perjalanan masih panjang. Lima seri tersisa menanti. Tantangan berikutnya akan berlangsung di Chang International Circuit, Thailand, pada 8–10 Mei mendatang. AHRT punya bekal—dan momentum. (*)
