Sabtu, 11 April 2026

Kalah dari Atletico Madrid 2-0, Barcelona Ajukan Pengaduan Resmi kepada UEFA

Berita Terkait

Laga Atletico Madrid vs Barcelona berakhir dengan skor 2-0. (Instagram/@fcbarcelona)

batampos – Barcelona resmi mengambil langkah hukum setelah kekalahan 2-0 dari Atletico Madrid di leg pertama perempat final Liga Champions 2025/2026.

Klub asal Catalan itu mengajukan pengaduan resmi kepada UEFA terkait insiden kontroversial yang terjadi pada menit ke-54 pertandingan, ketika Marc Pubill menyentuh bola dengan tangan di dalam kotak penalti Atletico. Barcelona merasa keputusan wasit untuk tidak memberikan penalti sangat merugikan mereka.

Insiden tersebut bermula saat kiper Atletico, Juan Musso, memainkan tendangan gawang pendek ke arah Pubill. Bek Atletico itu kemudian menghentikan bola dengan tangannya, diduga karena mengira permainan belum dimulai kembali.

Para pemain Barcelona langsung melakukan protes, tetapi wasit Istvan Kovacs membiarkan permainan berlanjut. VAR juga tidak melakukan intervensi, sesuatu yang membuat kubu Blaugrana semakin frustrasi.

Melansir Give Me Sport, dalam pernyataan resminya, Barcelona menyebut keputusan tersebut sebagai “kesalahan besar” yang berdampak langsung terhadap jalannya pertandingan dan hasil akhir.

“FC Barcelona menginformasikan bahwa layanan hukum Klub telah mengajukan pengaduan kepada UEFA hari ini terkait peristiwa di leg pertama perempat final Liga Champions UEFA melawan Atlético Madrid.”

“Pihak klub berpendapat bahwa wasit tidak mematuhi peraturan yang berlaku, yang secara langsung memengaruhi jalannya pertandingan dan hasilnya.”

Barcelona juga meminta UEFA membuka investigasi, memberikan akses terhadap komunikasi antara wasit dan VAR, serta mengakui jika memang terjadi kesalahan dalam pengambilan keputusan. Klub bahkan menilai bahwa ini bukan pertama kalinya mereka dirugikan oleh keputusan wasit di Liga Champions dalam beberapa tahun terakhir.

Menurut aturan permainan, bola dianggap aktif setelah disentuh dan bergerak jelas saat tendangan gawang dilakukan. Karena itu, banyak pihak menilai sentuhan tangan Pubill seharusnya memang dihukum penalti. Namun wasit tampaknya menilai bola belum benar-benar aktif ketika insiden terjadi.

Hansi Flick juga tidak menyembunyikan rasa frustrasinya setelah pertandingan.

“Saya tidak tahu apa yang terjadi dalam situasi ketika penjaga gawang memulai pertandingan, bek menghentikan bola dengan tangannya dan kemudian bermain lagi.”

“Bagi saya, itu jelas kartu merah, atau lebih tepatnya kartu kuning kedua dan penalti.”

Meski begitu, Barcelona kini tetap harus fokus pada leg kedua di Madrid. Karena seberapa panjang pun surat protes yang dikirim ke UEFA, skor 2-0 tetap tidak akan berubah. Yang bisa mengubah keadaan sekarang hanyalah performa mereka di lapangan.(*)

ReporterJPGroup

Update