
batampos – Pelatih tim nasional Irak, Graham Arnold, meminta penundaan laga play-off antarkonfederasi menuju Piala Dunia 2026.
Permintaan itu muncul karena situasi keamanan di Timur Tengah yang memengaruhi mobilitas tim Irak.
Irak dijadwalkan menjalani laga krusial melawan pemenang duel antara Bolivia dan Suriname pada 31 Maret 2026. Pertandingan tersebut rencananya digelar di Monterrey, Meksiko.
Laga tersebut akan menentukan satu tiket terakhir menuju putaran final Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada mulai 11 Juni 2026.
Namun, persiapan Irak menghadapi pertandingan penting itu terhambat. Konflik yang melibatkan Iran dengan koalisi Amerika Serikat dan Israel berdampak langsung pada jalur penerbangan di kawasan Timur Tengah.
Sejak akhir Februari, ruang udara Irak ditutup sebagai langkah keamanan. Situasi ini membuat federasi sepak bola Irak kesulitan mengatur perjalanan pemain dan staf menuju Meksiko.
Arnold mengaku kondisi tersebut sangat merugikan timnya. Ia khawatir Irak tidak bisa menurunkan skuad terbaik jika masalah perjalanan belum terselesaikan.
Menurut pelatih asal Australia itu, laga play-off nanti merupakan pertandingan paling penting bagi sepak bola Irak dalam beberapa dekade terakhir.
“Kalau kami hanya mengandalkan pemain yang bermain di luar Irak, tentu itu bukan tim terbaik kami. Padahal ini pertandingan terbesar bagi negara ini dalam 40 tahun,” kata Arnold dikutip dari bcc.com.
Irak terakhir kali tampil di putaran final Piala Dunia pada edisi 1986. Sejak saat itu, mereka belum pernah lagi kembali ke panggung sepak bola terbesar di dunia.
Arnold menegaskan bahwa antusiasme masyarakat Irak terhadap sepak bola sangat besar. Karena itu, ia ingin timnya memiliki kesempatan tampil dengan kekuatan penuh.
Irak sendiri berhasil mencapai play-off setelah menyingkirkan Uni Emirat Arab dengan agregat 3-2 pada putaran kelima kualifikasi zona Asia.
Sementara itu, Bolivia dan Suriname akan lebih dulu bertemu pada 26 Maret. Pemenang laga tersebut akan menghadapi Irak untuk memperebutkan satu tempat di Piala Dunia 2026.
Arnold berharap FIFA dapat mempertimbangkan penjadwalan ulang pertandingan agar Irak memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan tim.
Ia bahkan mengusulkan agar pertandingan penentuan digelar mendekati dimulainya Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat.
Di sisi lain, Presiden Federasi Sepak Bola Irak, Adnan Dirjal, disebut terus bekerja mencari solusi agar tim tetap bisa berangkat dan menjaga peluang tampil di Piala Dunia 2026.
Keputusan dari FIFA kini dinantikan, karena nasib Irak menuju panggung dunia bisa sangat dipengaruhi oleh situasi di luar lapangan.(*)
